Mohon tunggu...
Urip Widodo
Urip Widodo Mohon Tunggu... Peg BUMN - Write and read every day

Senang menulis, membaca, dan nonton film, juga ngopi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Hidup adalah Perlombaan

7 Januari 2022   09:17 Diperbarui: 7 Januari 2022   09:23 1060
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pernah lihat lomba panjat pinang?

Salah satu lomba yang khas, yang hanya ada di Hari Kemerdekaan, adalah lomba panjat pinang. Walaupun tidak di setiap tempat ada. Ini karena sekarang sulit mencari pohon pinangnya, kalau pun ada harganya cukup mahal.

Sangat menarik menyaksikan beberapa orang bahu membahu (benar-benar menggunakan kekuatan bahu) mencoba meraih beberapa hadiah yang digantung di puncak pohon pinang.

Tentu saja tidak mudah sampai ke puncak, karena sebelumnya pohon pinang tersebut dikelupas dan dilumuri minyak. Sehingga menjadi licin. Dan, itu yang menjadi tantangan bagi peserta lomba, dan hiburan bagi yang menonton.

Perlombaan. Itulah hidup. Hidup adalah perlombaan. Bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk semua makhluk hidup.

Anda tahu tidak?

Setiap pagi di Afrika sana, singa-singa berpikir bagaimana caranya berlari lebih cepat dari rusa, supaya hari itu mereka tidak kelaparan. Begitupun si rusa, dia pun berpikir bagaimana caranya berlari lebih cepat dari singa, supaya hari itu dia tidak menjadi santapan singa.

Saya termasuk penggemar chanel National Geography, terutama saat episode Animal Wild. Saya sering melihat tayangan perburuan sekelompok singa mengejar rusa, atau kuda. Sekilas ada rasa kasihan pada si rusa, bagaimana si singa menggigit tubuh si rusa dan merobek-robeknya dengan sadis.

Tak berbeda dengan nasib si rusa. Di episode lainnya, saya melihat seekor buaya besar dengan kejamnya, menggigit kaki seekor zebra lalu menariknya ke dalam air.

Sekilas yang dilakukan singa atau buaya itu perbuatan kejam, sadis. Tapi, itulah hidup. Sesuatu itu sudah ditetapkan menjadi mangsa bagi sesuatu yang lain. Mangsa dan pemangsa sama-sama berlomba.

Begitupun dalam kehidupan kita, manusia. Walaupun tidak sampai mangsa-memangsa.

Ada tiga hukum alam (saya lebih senang menyebutnya sunnah kehidupan) dalam hidup ini. yaitu, Sunnah Tanafus (Hukum Berkompetisi), Sunnah Tadafu' (Hukum Tolak Menolak), dan Sunnah Tadawul (Hukum Pergiliran).

Nah, saling berlomba, berkompetisi, atau saling memangsa (kalau dalam kehidupan hewan yang saya gambarkan di atas), itu termasuk Sunnah Tanafus atau Hukum Berkompetisi. Artinya, setiap makhluk hidup tidak bisa lepas dalam mempertahankan hidupnya itu harus berkompetisi. Istilah kerennya mungkin Survival of The Fittest atau 'siapa yang kuat maka dialah yang akan bertahan'.

Disadari atau tidak, kita setiap hari, bahkan dalam setiap rentang waktu tertentu, selalu ada dalam kondisi berkompetisi. Bahkan, Allah Swt pun menyuruh kita berlomba, berlomba meraih kebajikan, yang itu akan membuat kita lulus dari ujianNya.

Perintah berlomba dalam kebaikan atau Fastabiqul Khoirat itu ada di surat Al-Maidah ayat ke-48.

"..., tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka BERLOMBA-LOMBAlah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua dikembalikan, ...."

Jadi, kalau sekarang hidup Anda merasa selalu ada dalam nuansa berkompetisi, berbahagialah, berarti Anda masih hidup.

Sekian untuk sementara. Dua sunah kehidupan yang lain kita bahas besok ya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun