Mohon tunggu...
Urip Widodo
Urip Widodo Mohon Tunggu... Freelancer - Pensiunan yang ingin terus menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berusaha menuliskan apa saja yang bermanfaat, untuk sendiri, semoga juga untuk yang lain

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Hukum Newton

31 Oktober 2020   10:52 Diperbarui: 31 Oktober 2020   11:12 432
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setiap perubahan pasti memerlukan proses. Suatu aktivitas akan mudah atau mampu Anda lakukan apabila Anda terbiasa melakukannya. Sebagaimana para motivator dalam anjurannya sering meminta untuk menciptakan habit (kebiasaan). Habit atau kebiasaan ini adalah proses yang menjadikan Anda mampu.

Untuk memiliki kebiasaan pun tidak mudah, diperlukan sebuah proses. Seringkali proses yang dijalani untuk membentuk kebiasaan ini membutuhkan pengorbanan dan kesadaran.

Untuk mudahnya, saya akan menganalogikan dengan Hukum Newton ke-1. Masih ingat Hukum Newton kan?

Hukum Newton ke-1 bunyinya sebagai berikut:

"Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang awalnya diam akan tetap diam. Benda yang awalnya bergerak lurus beraturan akan tetap lurus  beraturan dengan kecepatan tetap."

Begini saja deh mudahnya memahami Hukum Newton ke-1. Ketika Anda duduk di mobil yang sedang berhenti, mendadak pak supir menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Apa yang terjadi? Anda akan terdorong ke belakang, kalau tidak ada sandaran jok mobil, Anda mungkin akan sampai terjengkang.

Begitupun saat Anda sedang berada di dalam mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba pak supir mengerem karena ada kucing lewat. Apa yang terjadi? Anda akan terdorong ke depan. Kalau Anda duduk di jok depan, mungkin Anda membentur dashboard, untuk itulah di beberapa mobil sekarang dilengkapi airbag, supaya ketika terjadi pengereman mendadak, Anda tidak terluka karena benturan.

Ok, semoga paham ya analoginya.

Rem mendadak dan jalan mendadak dalam kasus mobil di atas adalah proses yang Anda harus jalani untuk berubah. Keduanya tentu sangat tidak enak, tetapi kalau kedua proses itu dilakukan tidak mendadak, Anda tidak akan mengalami kejadian yang tidak mengenakan. Dalam kasus mobil di atas, rem atau jalan dilakukan secara perlahan, maka Anda akan tetap dapat duduk dengan nyaman.

Ketika Anda bertekad untuk punya kebiasaan baru menulis setiap pagi, maka Anda membutuhkan tekad dan komitmen yang kuat. Dibutuhkan proses yang pelan dan kontinyu. Sedikit demi sedikit, mula-mula menyediakan waktu 10 menit untuk menulis. Setelah merasakan enjoy menulis selama 10 menit, tambah lagi menjadi 15 menit, dan begitu seterusnya.

Begitupun untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Anda tidak bisa langsung berhenti total dari kebiasaan buruk tersebut, tetapi harus sedikit-sedikit dikurangi. Sebagaimana analogi di atas, ketika mobil berjalan dan kemudian direm secara perlahan, maka Anda akan berhenti dengan selamat.

Itulah yang dilakukan terapis dalam menolong pasiennya saat menghilangkan kecanduan atau ketergantungan obat. Terapi tidak akan berhasil kalau konsumsi obat dihentikan secara sekaligus. Harus melalui proses yang pelan, dikurangi dosisnya sedikit-sedikit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun