Mohon tunggu...
Uriutu Djaper
Uriutu Djaper Mohon Tunggu... Jurnalis - Bekerja sebagai wartawan di media online Borneonews.co.id

menikmati pekerjaan sebagai penulis atau wartawan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

KP2KP Buntok Bersama STIE Dahani Dahanai Laksanakan Inklusi Sadar Pajak

14 September 2018   09:32 Diperbarui: 14 September 2018   09:51 362
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

KP2KP Buntok Bersama STIE Dahani Dahanai Melaksanakan Inklusi Sadar Pajak

Buntok - Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Buntok bersama perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dahani Dahanai melaksanakan inklusi sadar pajak.

"Kemarin Rabu (12/9/2018) kita telah melaksanakan inklusi sadar pajak bersama mahasiswa STIE Dahani Dahanai Buntok," kata kepala KP2KP Buntok, Widanarko Kamis (13/9/2018). 

Ia mengatakan, program inklusi kesadaran pajak dalam sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas dan sadar pajak.

Adapun cara untuk mewujudkannya, yakni memahami tentang pentingnya keuangan negara serta cara memenuhi kebutuhan anggaran melalui pajak. Mendukung implementasi pembelajaran kesadaran pajak di Perguruan Tinggi.

Serta, lanjut dia, mempersiapkan diri untuk memiliki kompetensi inklusi kesadaran pajak dalam rangka implementasi program inklusi dan menjadi agen inklusi kesadaran pajak di lingkungan kampus masing-masing.  

Ia membeberkan, program Inklusi kesadaran pajak ini berdasarkan Perjanjian kerjasama antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI dengan  Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor 001/B1/PKS/2016 dan Nomor KEP-48/PJ/2016 tentang Peningkatan Kesadaran Pajak Melalui Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Pendidikan Tinggi. 

"Kita menyadari bahwa edukasi kesadaran pajak ini akan memakan waktu yang cukup panjang. Namun, hal ini akan bermanfaat menata peradaban Indonesia di masa mendatang," ucap dia. 

Untuk itu, lanjut dia, program ini memerlukan perhatian yang cukup besar dari para pemangku kepentingan, khususnya bagi perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, berdasarkan pernyataan Dirjen Pajak bahwa kita tidak hanya mempersiapkan generasi mendatang yang sadar dan taat pajak, tetapi juga menitipkan masa depan kita kepada generasi mendatang, karena dosen dan Mahasiswalah insan pajak. 

Selain itu, lanjut dia, kedepannya para mahasiswa ini yang menjadi Fiskus dan wajib pajak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun