Mohon tunggu...
Unu Nurahman
Unu Nurahman Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 1 Leuwimunding Kabupaten Majalengka dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Prodi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Sebelas April Sumedang

Nama: UNU NURAHMAN, S.S.,M.Pd. Pendidikan: S-1 Bahasa dan Sastra Inggris STBA Sebelas April Sumedang S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Unindra PGRI Jakarta Pekerjaan: Guru/PNS

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Tinjauan Reflektif Elektabilitas Jenderal Andika Perkasa sebagai Capres Indonesia 2024

7 April 2022   03:10 Diperbarui: 7 April 2022   03:15 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Meskipun perjalanan karirnya sempat menimbulkan kontroversi, Jenderal Andika Perkasa dinilai berpeluang besar menjadi Capres Indonesia 2024. Tidak mengherankan namanya mulai dilirik oleh beberapa parpol.

Oleh Unu Nurahman

Guru SMAN 1 Leuwimunding -Majalengka

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Prodi Sastra Ingris

Universitas Sebelas April Sumedang

Pada tanggal 17 November 2021, Presiden Jokowi resmi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Setelah pelantikannya, banyak gebrakan yang dilakukan oleh Panglima Andika. Dilansir dari Tempo (14/03/2022), beberapa partai seperti NasDem, PSI dan PKS membuka sinyal dukungan kepada Andika untuk menjadi Calon Presiden tahun 2024. Andika dinilai memiliki tingkat elektabilitas di atas Erick Thohir, Airlangga Hartanto dan Puan Maharani.

Tanpa bermaksud mempermasalahkan SARA, penulis berpendapat ada beberapa hal yang menjadi daya tarik tersendiri Jenderal Andika sebagai Capres yaitu beragama Islam, latar belakang pendidikan dan karier militer, kepemimpinan kharismatik (charismatic leadership), dukungan popularitas mertua serta etnik Jawa yang memiliki kedekatan emosional dengan  Sunda.

Sesuai UUD 1945, Indonesia bukan negara agama. Namun demikian, masalah agama menjadi pertimbangan prinsipil pemilih. Sejarah menunjukkan, semua presiden dan wakil presiden beragama Islam. Andika Perkasa yang terlahir sebagai Katolik dengan nama F.X. Emanuel Andika Perkasa adalah seorang muslim ketika menikah dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono putri Jenderal AM Hendropriyono. Dalam Islam, seorang mualaf memiliki keistimewaan sebagaimana umat Islam yang lainnya. Bahkan sering kali, dia lebih baik dari muslim sejak lahir.

Andika Perkasa memiliki latar belakang pendidikan dan karir militer yang sangat baik. Pendidikannya tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Amerika Serikat (S-2 dan S-3). Jenderal dari Kopassus ini menyandang 5 gelar akademik S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D yang merupakan credit point sangat signifikan dan membanggakan  untuk seorang Capres. Seandainya berhasil, Jenderal Andika Perkasa adalah orang ketiga dari TNI yang menjadi Presiden setelah Jenderal Besar Soeharto dan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagai figur dengan kepemimpinan kharismatik, Jenderal Andika memilki rasa percaya diri (self-confident), menarik, berani mengambil resiko dan membuat perubahan, bertanggungjawab serta visioner (memilki visi yang realistik). Ketika menjadi KSAD, Jenderal Andika menghapus tes keperawanan dalam seleksi KOWAD, melakukan  pengadaan kendaraan dinas terbesar dalam sejarah bagi prajurit TNI AD, penerapan rekrutmen kopassus secara daring dan program 1000 prajurit otsus Papua.

Setelah dilantik menjadi Panglima TNI, Jenderal Andika dengan visinya yang sederhana dan realistik yaitu TNI adalah kita bermakna TNI bagian dari masyarakat Indonesia dan internasional. Kebijakan fenomenal yang dibuatnya antara lain mengganti Korpaskhas TNI AU menjadi Kopasgat, membentuk satuan baru (pusat psikologi, pengadaan dan reformasi birokrasi TNI). Pada rapat  penerimaan prajurit TNI tahun anggran 2022, Panglima TNI  Jenderal Andika Perkasa membuat aturan yang membolehkan keturunan PKI (Partai Komunis Indonesia) mendaftar anggota TNI dengan melihat dasar hukum yang ada, menghapus tes akademik dan tes renang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun