Mohon tunggu...
Unu Nurahman
Unu Nurahman Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 1 Leuwimunding Kabupaten Majalengka dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Prodi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Sebelas April Sumedang

Nama: UNU NURAHMAN, S.S.,M.Pd. Pendidikan: S-1 Bahasa dan Sastra Inggris STBA Sebelas April Sumedang S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Unindra PGRI Jakarta Pekerjaan: Guru/PNS

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Tinjauan Reflektif Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

24 September 2021   14:01 Diperbarui: 24 September 2021   14:21 98 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tinjauan Reflektif Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Unu Nurahman CGP Angkatan 2

Kabupaten Majalengka

 

Dalam modul 3.1 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) tentang tentang Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran (instructional leadership), saya banyak belajar tentang hal-hal penting yang berkaitan dengan perbedaan antara dilema etika dengan bujukan moral, paradigma pengambilan keputusan serta prinsip dan langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Materi-materi tersebut membuat pemahaman saya semakin terbuka, bahwa strategi pengambilan keputusan saya selama ini belum sepenuhnya tepat.

Sebelumnya pada modul 1.1 saya belajar tentang filosofi Ki Hajar Dewantara (KHD), dimana pada modul ini CGP mengenal pratap triloka yang awalnya menjadi asas pendidikan di taman siswa dan kemudian diadopsi menjadi asas kepemimpinan nasional yaitu Ing Ngarso Sun Tulada ( di depan menjadi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (ditengah memberikan motivasi), Tut Wuri handayani (di belakang memberikan dukungan).

Hubungan dengan pengambilan keputusan adalah dimana seorang pemimpin harus benar-benar mengambil keputusan dengan baik dan bijkasana dengan melakukan uji pengambilan keputusan dulu dan memegang teguh prinsip praduga tak bersalah (presumption of innosence). Kepada seseorang yang dijadikan tersangka di pengadilan saja, prinsip itu dijungjung tinggi. 

Aplalagi kepada murid (anak didik kita) dimana dalam pembelajaran yang berpihak kepada murid, guru seharusnya menghamba kepada murid dan menuntunnya menggali potensi untuk kemajuan hidupnya. Guru yang bijak hendaknya memberikan konsekuensi atas kesalahan atau pelanggaran siswa dengan tidak mengurangi hak siswa tersebut.

Sebagai guru, kita mungkin pernah mengalami situasi dilema etika. Saat hal itu terjadi, ada nilai-nilai kebajikan mendasari pengambilan keputusan seperti:

  1. cinta dan kasih saying (love and affection)
  2. kebenaran (truth)
  3. keadilan (justice)
  4. kebebasan (freedom)
  5. persatuan (unity)
  6. toleransi (tolerance)
  7. tanggung jawab (responsibility) 
  8. penghargaan akan hidup (appreciation on life) yang disebut sebagai paradigma dalam pengambilan keputusan.

Dalam proses pendidikan berlangsung di sekolah, guru ada kalanya menghadapi masalah yang berkaitan dengan tingkah laku dan kebiasaan buruk yang dilakukan oleh muridnya atau menemukan kasus yang menjadi dilemma etika. Tentu, dalam setiap penyelesaian permasalahan ini seorang guru harus mampu menerapkan pola pengambilan keputusan yang berdasarkan pada paradigma dan prinsip pemikirannya.

Kemudian dengan menggunakan 9 tahapan pengambilan keputusan yang berpihak pada murid. Sebelum pengambilan keputusan itu, guru juga sebaiknya melakukan coaching ke murid agar bisa mengetahui lebih dalam lagi permasalahan yang dihadapi nya sehingga murid mampu menyelesaikan masalah dengan mengeksplorasi kemampuan dan potensi dirinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan