Mohon tunggu...
Unggul Sagena
Unggul Sagena Mohon Tunggu... Konsultan - blogger | educator | traveler | reviewer |

Asia Pacific Region Internet Governance Forum Fellow 2021. Pegiat Literasi dan Penyuka Alam.

Selanjutnya

Tutup

Digital

Perlu Indonesia di Kebijakan Tatakelola Internet APrIGF dan Internet Governance Forum

17 Oktober 2021   22:00 Diperbarui: 17 Oktober 2021   22:20 85 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Kita memang butuh lebih banyak keterlibatan di forum-forum tatakelola internet

Begitu kata salah seorang perempuan Indonesia yang terlibat digelaran forum dan pelatihan terkait tatakelola internet yang saya kagumi. Jawaban yang membuat saya bersemangat, ketika saya meminta tanggapan dan sekaligus ijin untuk memasukkan nama beliau sebagai referensi pada aplikasi saya di salah satu forum internasional terkait ini.

Walaupun pada akhirnya mungkin bisa saja gagal bergabung,  karena persetujuan menjadi bagian dari forum tatakelola apalagi tingkat global (Internet Governance Forum) seleksinya cukup ketat, Alhamdulillah salah satu yang lebih regional sudah saya alami. Yaitu APrIGF 2021 yang baru saja selesai diselenggarakan pada 27-30 September secara hybrid, online-offline.

Forum tatakelola internet tingkat regional Asia Pasifik yang cukup membekas karena sebagai salah satu penerima “Fellowship” tugas saya nggak hanya mendengarkan dan tanya jawab, tapi mempublikasikan, berdiskusi intens dalam draft-draft putusan, juga menjadi pelapor, moderator, dan sebagainya. Banyak kontribusi yang bisa dilakukan.

Kontribusi ini penting karena kedepan, kita semua akan terdampak oleh apapun kebijakan yang terkait Internet. Mulai dari hulu seperti infrastruktur hingga hilir seperti bagaimana kita menggunakan sehari-hari.

Pada forum APrIGF2021 yang lalu, beragam isu mengemuka dan menjadi perhatian. Dengan tema “Toward an Inclusive, Sustainable, and Trusted Internet”, kita bisa memahami bahwa ada isu penting untuk membuat Internet inklusif. Artinya bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja, bukan untuk kalangan tertentu saja.

Keberlanjutan, dengan Internet yang tetap selalu “nyala” dan dapat dinikmati dan menjadi bagian penting dari napas kehidupan setiap orang di masa depan, dan dengan demikian, Internet harus dapat dipercaya oleh masyarakat. Kepercayaan ini lekat dengan apakah data pribadi kita aman, apakah kita dapat bersuara dengan bebas dan dilindungi oleh aturan yang membuat Internet menjadi aman dan nyaman untuk semua orang.

Kejadian pemadaman Internet yang nyata-nyata bertentangan dengan pemenuhan hak-hak digital masyarakat memang pernah dan masih sering terjadi. Di seluruh dunia, banyak kasus hukum bermula dari ranah digital dan di negara berkembang, banyak kelalaian pemenuhan hak-hak digital seperti akses Internet yang tidak merata, kebebasan berekspresi di media sosial yang terkekang dan seterusnya.

Untuk itulah, peran forum internasional dalam tatakelola menjadi penting. Penciptaan tujuan-tujuan tatakelola ini kan untuk kemaslahatan kita juga. Adanya orang Indonesia yang sedikit sekali  dalam berkontribusi aktif, akan membuat adanya tatakelola di Indonesia kurang baik, kurang sesuai dengan aturan universal.

Dengan kurangnya masyarakat Indonesia berkontribusi, maka berarti aturan-aturan tersebut juga bisa jadi tidak sesuai dengan karakteristik lokal. Keterwakilan sangat penting untuk membuat Internet di Asia Pasifik sesuai dengan harapan setiap masyarakat di area tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Digital Selengkapnya
Lihat Digital Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan