Mohon tunggu...
una anshari
una anshari Mohon Tunggu... Freelancer - Melihat, Merasakan, Menulis dan Membagikan

Traveller yang selalu berharap dapat mengambil hikmah dalam perjalanan untuk ditulis dan disharekan. Berbagi itu indah :)

Selanjutnya

Tutup

Gadget

J&T Express, Pendukung Bisnis Daring Terbaik Era Industri 4.0

21 Desember 2019   09:00 Diperbarui: 21 Desember 2019   09:15 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menurut para pakar, kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0 ditandai dengan seakan dunia berada dalam genggaman. Hanya dengan sekali klik, makanan dan barang datang. Begitupun hubungan dengan partner bisnis yang berada di belahan benua lain tidak lagi menjadi kendala.

Wait, kok sudah masuk 4.0 saja? Kapan 1.0 sampai 3.0 berlangsung?

Baiklah, mungkin diantara yang membaca artikel ini sudah faham apa itu revolusi industri. Maka izinkan saya me-refresh kembali ingatan kita dan siapa tahu masih ada yang belum memahami.

Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Revolusi bermakna perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat, dan perubahan tersebut dapat direncanakan atau tanpa direncanakan. Revolusi industri dimulai saat Eropa mengalami kebutuhan produksi yang meningkat tetapi kekurangan tenaga kerja manusia. Maka, dicarilah cara agar tidak hanya tenaga manusia yang bekerja.

Lewat temuan mesin uap oleh James Watt sekitar tahun 1780-an, dimulailah revolusi industri dari pemakaian tenaga angin (manusia) ke tenaga uap. Saat itu bahkan Eropa bisa mengirim kapal perang dengan waktu yang lebih cepat dibanding sebelumnya. Kabar buruknya bagi kita di negeri Asia dimulailah episode Negara imprealis Eropa menjajah kerajaan di negara Asia dan Afrika. Selain penjajahan, dampak langsung dari revolusi industri adalah pencemaran lingkungan.

Lalu, seiring perkembangan zaman, ditemukanlah sebuah alat produksi massal yaitu tenaga listrik yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 2.0 sekitar tahun 1870-an. Tenaga otot yang sebelumnya terganti dengan tenaga uap, disini terganti dengan tenaga listrik.

Setelah revolusi industri 2.0, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai jenis macam barang. Memasuki revolusi industri 3.0, pelan-pelan abad industri berakhir dan abad informasi dimulai ditandai dengan munculnya automatisasi atau robotic, bahasa mudahnya muncul benda bernama komputer. Tapi, jangan bayangkan komputer kecil seperti sekarang, tahun demi tahun mengubah bentuk komputer dari ukuran semula.

Dan kini, tiba kita di masa lebih canggih yaitu revolusi industri 4.0 yang menggabungkan teknologi automatisasi dengan teknologi siber. Hal tersebut mencakup Internet of Things (IoT) dimana internet memiliki peran yang sangat penting di dalamnya. Artinya internet menjadi kebutuhan yang tak terbantahkan.

Kalau diliihat dari sebuah gambar, kira-kira seperti ini gambaran revolusi industri 1.0 hingga 4.0 Apa itu J&T Express? 

Industri yang paling berpengaruh terhadap proses revolusi industri 4.0 adalah industri-industri yang terkait dengan teknologi digital. Teknologi adalah support system yang banyak merevolusi tenaga kerja manusia. Dari sini lahir perdagangan elektronik atau yang biasa kita kenal dengan e-commerce ataupun market place.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun