Mohon tunggu...
Umu Fatimiah
Umu Fatimiah Mohon Tunggu... Penulis freelance

Aktif dalam dunia literasi sejak tahun 2010 dengan diterbitkannya ebook kumpulan cerpen yang berjudul Cerita Senja. Beberapa karyanya telah diterbitkan di beberapa surat kabar, diantaranya Radar Tegal, Koran Pantura, Lampung Post dan Solo Post. Beberapa karya tersebut antara lain seperti cerpen Sularsih (2015), artikel Membangun Karakter Anak melalui Kebiasaan Membaca (2017), cernak berjudul Usaha Ardi (2018), Kibaran Merah Putih (2018), Sekolah Baru (2018), Pertunjukan Wayang (2018) serta beberapa karya yang lain. Pernah menjadi juara 2 lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat Provinsi tahun 2019. Tergabung dengan facebook atas nama Umu Fatimiah. Alamat email yang bisa dihubungi mualim.kenshin@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menelaah Metode Pendidikan ala Nabi dengan Pendidikan Barat

29 Oktober 2020   00:41 Diperbarui: 29 Oktober 2020   00:43 28 3 0 Mohon Tunggu...

Sebagai orang tua atau guru, seringkali kita memiliki permasalahan tentang mendidik anak. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa anak adalah aset bangsa. Pola pendidikan jelas akan sangat berpengaruh terhadap masa depan suatu bangsa. Membentuk seorang anak yang memiliki karakter mulia bukanlah suatu upaya yang mudah dan cepat. Banyak hal yang harus dilakukan dan refleksi yang secara terus menerus agar kebaikan yang sudah dilakukan menjadi sebuah kebiasaan dan dapat membentuk watak seseorang.

Pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan secara individual, sehingga potensi-potensi kejiwaan dapat diaktualisasikan secara sempurna. 

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, diperlukan suatu metode pembelajaran atau suatu strategi dan teknik dalam mendidik. Secara definitif, metode pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan yang ditargetkan.

Ada bermacam-macam metode pembelajaran yang sering digunakan oleh para pendidik (baik itu orang tua atau guru) dalam mendidik anak, maupun digunakan oleh perusahaan dalam mendidik karyawan. Berbagai metode tersebut antara lain adalah metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, role playing (sosio-drama), kerja kelompok, problem solving (pemecahan masalah), Work Placement (pelatihan kerja), field-trip (karyawisata) dan sebagainya.

Dalam suatu hadits disebutkan, "Mudahkanlah dan janganlah kamu mempersulit. Gembirakanlah dan janganlah kamu membuat mereka lari" (H.R. Bukhari, Kitab al-'ilm, No.67).  Hadits tersebut sebenarnya adalah metode pendidikan yang ideal uatuk anak, yaitu sebuah seruan agar dalam menyelenggarakan suatu pendidikan haruslah yang menyenangkan dan tidak membuat sulit.

 Keragaman ungkapan hadits Nabi Muhammad SAW meliputi hadits yang bersifat tekstual dan kontekstual. Hal ini meliputi analogi, bahasa tubuh, studi komparatif, metode dialogis, bahkan retorika yang beliau gunakan dalam memberikan bimbingan dan memotivasi muridnya. 

Seperti kata per kata yang dipilih secara apik, tersusun rapi dan detil sehingga banyak menghasilkan murid-murid  yang berkarakter, hafal Al-Quran dan Hadits, beribadah tanpa batas dan yang lebih penting ketika semua muridnya adalah orang yang sukses, memiliki kepribadian yang tangguh dan dikenal dalam sejarah dunia.

Dalam pendidikan barat juga tidak kalah hebat. Bahkan banyak orang berpendapat bahwa pendidikan ala barat cenderung lebih maju, apalagi dengan munculnya banyak metode pembelajaran yang begitu kreatif dan inovatif, menggandeng ilmu psikologi untuk bisa mendidik anak sesuai dengan perkembangan yang tepat.

Dalam buku yang berjudul "Quantum Learning : Unleash The Genius Within You", Bobbi dePorter dan Mike Hernacki menemukan teori Quantum Learning yaitu metode pembelajaran yang berisi tentang pembiasaan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Mereka menjelaskan bahwa pembelajaran akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara menyenangkan dan membuat anak-anak nyaman.

Selanjutnya, Teori multiple intelligences merupakan salah satu lompatan istimewa dalam dunia pendidikan. Teori ini digagas oleh Howard Gardner, yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia sangat beragam, meliputi kecerdasan linguistik, matematis logis, spasial, kinestetis-jasmani, musical, interpersonal, intrapersonal dan naturalis. 

Gagasan paling mutakhir tentang kegiatan belajar mengajar juga datang dari Elaine B. Johnson yang menawarkan metode pembelajaran yang dikenal dengan sebutan Contextual Teaching and Learning (CTL). Gagasan ini berisi tentang system belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa seorang pembelajar akan mampu menyerap materi pelajaran jika mereka dapat menangkap makna dari pelajaran tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x