Mohon tunggu...
Umi Salamah
Umi Salamah Mohon Tunggu... Seseorang yang masih berthalabul 'ilmi

Fakir Ilmu

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Bagaimana Seharusnya Sikap Pemimpin dan Rakyat?

23 Mei 2019   09:58 Diperbarui: 23 Mei 2019   10:16 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pepatah mengatakan "BersatuKita Teguh Bercerai Kita Runtuh". Pepatah ini sangat singkat namun mengandungmakna yang dalam. Persatuan akan diperoleh apabila terjadi keharmonisan antara pemimpindan yang dipimpin. Di dalam suatu negara, pasti selalu diharapkan ada seorangpemimpin yang adil dan rakyat yang taat. 17 April 2019 kemarin merupakan hari dimana rakyat Indonesia berpesta demokrasi untuk menentukan siapa yang akan memimpin bumi pertiwi 5 tahun ke depan. Lantass, bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin yang baik ?

Rasulullah SAW. Bersabda :

 

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُإِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَاالْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ رُزَيْقِ بْنِحَيَّانَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ قَرَظَةَ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْوَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُأَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْوَيَلْعَنُونَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِفَقَالَ لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلَاتِكُمْشَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلَا تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ


Artinya : Telah menceritakankepada kami Ishaq bin Ibrahim al-Handlali telah mengabarkan kepada kami Isa binYunus telah menceritakan kepada kami Al-Auza'I dari Yazid bin Yazid bin Jabirdari Ruzaiq bin Hayyan dari Muslim bin Quradlah dari 'Auf bin Malik dariRasulullah SAW., beliau bersabda : "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah merekamencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dankalian mendoakan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yangmembenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalianmengutuk mereka". Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangimereka ?" Maka beliau bersabda : "Tidak, selagi mereka mendirikan shalat bersamakalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik makabencilah tindakannya dan janganlah kalian melepas dari ketaatan kepada mereka".(HR. Muslim)

Pemimpin terbagi menjadi 2 yaitu pemimpin terhadap diri sendiri dan pemimpin terhadap orang lain. Pemimpin yang dimaksud disini adalah pemimpin terhadap orang lain khususnya pemimpin (pemerintah) dalam suatu negara. Dalam hal ini, pemimpin tidak hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri, tetapi juga bertanggung jawab atas orang-orang yang mengamanahkannya menjadi seorang pemimpin. Pemimpin bukanlah seorang juragan besar. Pemimpin adalah seorang Khadim (pelayan)untuk rakyat. Pemimpin adalah seorang yang menderita karena bekerja keras untukrakyat, bukan bekerja bersenang-senang diatas penderitaan rakyat.

Pemimpin yang baik adalah yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya. Pemimpin yang demikian adalah pemimpin yang menyadari bahwa rakyat telah memilihnya sebagai pemimpin dan dia harus menjalankan kewajibannya. Dia tidak hanya berfikir bagaimana menarik pajak dari rakyat, tetapi bagaimana cara mengalokasikan dana pajak untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Dia tidak hanya memikirkan bagaimana pendapatan daerah atau negara melonjak naik, tetapi memikirkan juga bagaimana memanfaatkan pendapatan tersebut untuk kemajuan negara. 

Pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang membenci dan dibenci rakyatnya, mengutuk dan dikutuk rakyatnya.  Pemimpin yang seperti ini, terjadi ketika seorang pemimpin menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Dana yang seharusnya digunakan untuk kemaslahatan rakyat, justru dimanipulasi dan dikorupsi. 

Dengan demikian, pemimpin yangbaik adalah seseorang yang siap untuk melayani bukan minta dilayani. Hakikatpemimpin sejati adalah seseorang yang sanggup menjalankan amanat Allah SWT.untuk melayani rakyat. Umat ini akan baik-baik saja selama orang-orangnya jikaberbicara jujur, jika menghukumi sesuatu dengan adil.

Hasil pesta demokrasi Indonesia harus diterima lapang dada oleh seluruh rakyat Indonesia. Siapapun yang nantinya akan menjadi pemimpin, semua rakyat Indonesia wajib untuk menaatinya. Faktor ketidaksukaan kepada pemimpin yang terpilih nantinya, tidak bisa menjadi alasan rakyat untuk membangkang dari kewajiban-kewajiban negara, selagi tidak bertentangan dengan agama. Jika mendapati seorang pemimpin yang buruk atau dzalim, Rasulullah SAW. melarang umatnya untuk memeranginya selama pemimpin melaksanakan shalat bersama rakyatnya. Bahkan beliaumenambahkan boleh membenci perbuatannya, namun tetap harus taat kepadanya. Maksudnyaadalah dalam menghadapi pemimpin yang jahat, tidak kompeten, dan bermaksiat,tidak perlu memerangi dan memberontak untuk mencopot jabatannya. Karena hal ituakan membawa kepada keadaan yang lebih buruk apabila pemimpin ini beserta parapendukungnya melakukan tindakan yang lebih buruk akibatnya kepada rakyat.

Sebagai seorang muslim yang baik, harus menaati perintah ulil amri atau pemimpin. Karena Rasulullah SAW. bersabda yang artinya : "Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah. Barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada amir maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku". Dengan demikian, jika seorang muslim tidak menaati seorang pemimpin (dalam kebaikan), maka dia dianggap tidak menaati Rasulullah SAW. 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x