Mohon tunggu...
Umbu Tagela
Umbu Tagela Mohon Tunggu... Dosen - jabatan fungsional saya, lektor kepala

Hobby saya menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Adakah Keadilan dalam Pendidikan

23 Juni 2022   07:44 Diperbarui: 23 Juni 2022   07:54 116 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

ADAKAH KEADILAN DALAM PENDIDIKAN?

Oleh: Umbu Tagela

 

Ketidakadilan senantiasa muncul ketika hak dari seseorang mulai tidak diperolehnya serta tidak adanya perlakuan yang sama sesuai dengan haknya karena adanya kekuatan-kekuatan yang saling memanipulir. 

Dalam tautan dengan hal tersebut, Liek Wilardjo (1986) mengatakan "kecenderungan menjadi manipulator semakin potensial dalam masyarakat modern, sehingga menimbulkan penyakit rusaknya hubungan-hubungan antar manusia". Ketidakadilan dalam dunia pendidikan muncul bilamana aktualisasi diri terjebak pada pengertian yang simplistis dimana aktualisasi diri dimaknai lepas dari dimensi kebersamaan. Manusia pada hakikatnya senantiasa memiliki keterpautan dengan manusia lain. 

Hakikat manusia merujuk pada eksistensi dalam suatu kebersamaan dengan manusia lain. Pada pilahan lain ketidakadilanpun dapat muncul bilamana kepentingan umum mengalahkan aktualisasi diri, sehingga memberangus aktualisasi diri secara paedagogis. Dalam kerangka pikir seperti begini, Kepentingan umum memosisikan diri sebagai  manipulator dalam aktualisasi diri.

KETIDAKADILAN  INDIVIDUAL

Persoalan ketidakadilan individual  muncul ketika ia menjadi yang utama. Hal ini disebabkan cara pandang  yang memaknai dimensi aktualisasi diri lepas dari  dimensi kebersamaan, yang berinduksi pada terbentuknya manusia  egois dan individualistis. 

Konsep ini secara implisit memaparkan  adanya pemerkosaan terhadap individu, dimana ia dipaksa untuk dikeluarkan dari kenyataan kodratinya sebagai individu yang senantiasa berada dalam  bingkai kebersamaan dengan individu lain. 

Ketidakadilan individual dapat dibedakan atas dua dimensi, yakni (1). ketidakadilan individual konseptual, merupakan manifestasi dari satu konsep yang memberi makna bahwa manusia hanya berguna bagi dirinya sendiri. Jika individu itu pandai, trampil dan ahli,  semua  itu hanya diabdikan bagi kepentingan dirinya sendiri. 

Kerangka pikir seperti ini berangkat dari suatu belief system yang individualistis. Akibat belief system yang tidak realistik secara psikologis, maka konsekuensinya lahir pula konsep baru sebagai sub system dari belief system itu yang tidak realistik pula. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan