Mohon tunggu...
Khoerul umam
Khoerul umam Mohon Tunggu... Mahasiswa Syari'ah IAIN Purwokerto

Seorang mahasiswa semester 4 fakultas syariah IAIN Purwokerto dan pegiat literasi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Jadi Hafiz Tanpa Mondok, Kenapa Tidak?

1 Juli 2020   09:52 Diperbarui: 1 Juli 2020   10:03 109 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jadi Hafiz Tanpa Mondok, Kenapa Tidak?
pixabay.com

Menjadi hafidz Quran merupakan suatu keistimewaan bagi seorang muslim. Bagaimana tidak? Seorang yang hafal Quran dijamin akan masuk surga. Ibarat kalau kita membeli produk ada garansinya. 

Selain itu, seorang yang hafal Quran pasti dalam segala tindakannya akan ditolong oleh Allah SWT sehingga apapun urusannya baik tentang perkara dunia atau akhirat akan dibantu oleh Allah SWT. 

Keistimewaan tersebut tentu tidak mudah untuk didapatkan, berbagai rintangan dan cobaan pasti akan menerpa, cobaan tersebut seperti; rasa malas, merasa putus asa, pusing, terlalu banyak bermain handphone, dan lain sebagainya. 

Melihat akan hal tersebut, maka biasanya seorang yang ingin mengafalkan Quran akan masuk pondok pesantren agar lebih fokus dan bisa menghafalkannya secara utuh. 

Namun, kenikmatan mengaji di pondok pesantren tidak semua orang bisa merasakannya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti; tidak ada waktu untuk mondok, takut dengan pesantren, sudah terlalu tua, dan lain sebagainya.

Akan tetapi jangan khawatir, kita bisa menjadi hafidz Quran kok, meskipun tidak mondok. Namun sebelum masuk pada pembahasannya, penulis ingin mengatakan bahwa tips ini sebaiknya hanya digunakan untuk orang yang sudah tidak mempunyai waktu untuk mondok di pesantren. 

Untuk anak-anak muda sebaiknya mondoklah kalian, selagi kesempatan belajar agama masih ada (Belajar Agama untuk selamat dunia akhirat sedangkan belajar ilmu umum untuk bekal menghadapi dunia). 

Kenapa penulis sampaikan demikian? Karena kesempatan belaja agama yang dipelajari sewaktu masih muda dan dipelajari di pondok pesantren maka ghirah beragama akan lebih kuat.

Oke baiklah, kita mulai saja ke langkah-langkahnya.

Niat, langkah awal ini menjadi sangat penting. Pasalnya ketika kita sudah mulai menghafal Quran akan banyak sekali cobaan dan rintangan yang dihadapi, maka dari itu ketika niat kita sudah teguh maka apapun cobaan dan rintangannya akan bisa dilewati dengan mudah. Tidak kalah penting pula, niatkan menghafal Quran untuk mencari Ridho Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau yang lainnya.

Istiqomah, hal ini menjadi penting karena ketika kita menghafal Quran tanpa mondok pesantren, tidak ada orang yang mengawasi kita. Semuanya kita yang memagang kendali, bisa jadi ketika baadmood kita meliburkan diri dan menghafalnya ketika senang saja, ini menjadi PR besar jika dibiarkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN