Mohon tunggu...
Uli Hartati
Uli Hartati Mohon Tunggu... Administrasi - Blogger

A wife, mommy of 2 boys, working mom also as a blogger Contact me : WA 089627103287 Email uli.hartati@yahoo.com Blog http://ulihape.com IG dan Twitter @ulihape

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

8 Cara Mengajak Si Kecil Berpuasa

28 Juni 2016   07:43 Diperbarui: 28 Juni 2016   09:29 159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Alhamdulillah tak terasa sudah H-7 menuju hari kemenangan ya moms. Kalau dijalani dengan segala kesibukan, memang akan terasa sangat singkat bulan penuh berkah ini.

Di rumah adakah si kecil yang ikut berpuasa? Kalau di rumah kami belum ada yang ikut berpuasa. Kanda usianya 39 bulan dan komunikasinya baru satu bulan ini mengalami kemajuan yang pesat. Anak kedua kami Kayama baru berusia 18 bulan. Jadi, keduanya masih belum terlibat untuk urusan puasa. Tapi aku jadi ingat ketika masih kecil Mamak dan Papa mulai mengajari kami berpuasa tepat di usia kami 7 tahun atau pas kelas 1 SD, seingat aku nggak ada yang dilatih dari usia balita dan tanpa pemaksaan. Alasan Mamak Papa bahwa tidak ada yang sya'ri diwajibkan kepada anak sebelum mereka baligh, dan melatih ibadah syari sesuai anjuran rasul adalah pada usia 7 tahun.

Salah satu spanduk yang dipasang tetangga
Salah satu spanduk yang dipasang tetangga
Akan tetapi, zaman berkembang, bahkan anak-anak balita kini banyak yang seolah cara berpikirnya melebihi usianya. Beberapa anak teman justru sudah ada yang latihan puasa sejak usia balita. Dan memang bukan hal susah untuk mengajak balita berpuasa sejak dini, apalagi di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim dan bila didukung kondisi lingkungan rumah yang seluruh anggota keluarganya khusyuk dalam beribadah puasa, insha Allah anak-anak pasti ingin meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitar mereka.

Kanda dan Kayama ketika sedang menikmati makanan sesekali mereka akan berusaha menyuapkan makanan di tangan mereka ke mulutku, "Aaak Mami... makan iniii." Adiknya pun langsung meniru, "Aaaak... mau... mau," menyuruh aku memakan apa yang di tangan mereka, lantas aku katakan bahwa Mami sedang tidak boleh makan karena berpuasa, lalu keduanya menuju papinya dan aku katakan kalau Papi pun sama sedang puasa. Kanda yang belum paham arti kata puasa pun menyahuut, "Ohhh puasa ya." Lalu ketika bermain di luar rumah sebisa mungkin aku menjauhkan segala snack dan minuman mereka karena sebagian teman-temannya sudah ada yang berpuasa. Anak-anak gitu loh Moms masih mudah tergoda kan liat minuman hehehe.

Dan uniknya tahun ini di gang tempat kami tinggal ternyata ada temannya Kanda yang berusia 5 tahun sedang latihan berpuasa. Uniknya, orang tuanya membuat spanduk kecil berisi informasi bahwa buah hati mereka sedang berusaha puasa penuh. Ahh membaca spanduk itu membuat kami menjaga diri. Aku pun tak memberikan makan anak-anak sambil bermain, bahkan mengajak anak-anak lain untuk bermain di dalam rumah saja karena khawatir kalau bermain di luar rumah bisa menguras energi mereka.

So moms, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melatih si kecil berpuasa. Simak yuk, Moms.

1. Beri informasi kepada anak tentang puasa. Nah, Mommies bisa deh mulai kasih tahu ketika memasuki bulan Ramadan bahwa ini adalah bulan menahan lapar dan dahaga, tidak minum dan makan pada waktu yang ditetapkan. Kasih tahu apa itu sahur, imsak, dan berbuka.

2. Latih si kecil berpuasa secara bertahap. Ajaklah anak-anak bangun sahur dan mepetkan waktu sahurnya ke imsak. Buat balita bisa dimulai 4 jam, tingkatkan bertahap hari ke hari selama Ramadan. Kalau kami dulu begitu, sanggupnya berapa jam ya sudah disuruh berbuka dan tak ada lagi yang namanya puasa lanjutan. Sekali batal ya sudah batal. Dan alhamdulillah aku bisa full berpuasa memang saat umur tujuh tahun dan tentu dengan kenakalan khas anak kecil, kalau lemas langsung berendam dalam air hehehe.

3. Berikan asupan bergizi. Cukupkanlah nilai gizi untuk menu sahur dan berbuka. Mamak selalu membuat susu coklat di saat sahur sebagai sugesti supaya kuat berpuasa. Jeleknya, kebiasaan ini masih aku jalankan sampai sekarang heheh dan anehnya kalau tidak minum susu coklat maka aku lemes hehehe. Dulu lemes merengek, kalau sekarang lemes perkasa hahhaha.

4. Isi waktu menunggu berbuka dengan bercengkerama. Aku ingat betul dulu sekolah libur satu bulan penuh ketika Ramadan sehingga kami bisa mengisi waktu dengan mengaji, bermain ular tangga, main congklak, pokoknya permainan yang tak menguras tenaga dan setelah Ashar Papa akan ajak kami berputar atau bahasa medannya raun-raun heheh alias berkeliling dengan sepeda motor.

5. Jauhkan anak-anak dari aroma makanan. Godaan terberat bagi anak-anak adalah lapar dan haus karenanya sebisa mungkin jauhkan godaan ini dari anak-anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun