Mohon tunggu...
Ulfa fadilahbahmar
Ulfa fadilahbahmar Mohon Tunggu... mahasiswi

hidup untuk agama

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Wakalah

21 Mei 2019   14:21 Diperbarui: 21 Mei 2019   17:17 0 1 0 Mohon Tunggu...

Pengertian Wakalah.

 Wakalah menurut bahasa artinya mewakilkan, sedangkan menurut istilah yaitu mewakilkan atau menyerahkan pekerjaan kepada orang lain agar bertindak atas nama orang yang mewakilkan selama batas waktu yang ditentukan.

 Hukum Wakalah.

 Asal hukum wakalah adalah mubah, tetapi bisa menjadi haram bila yang dikuasakan itu adalah pekerjaan yang haram atau dilarang oleh agama dan menjadi wajib kalau terpaksa harus mewakilkan dalam pekerjaan yang dibolehkan oleh agama. Allah Swt. Berfirman: "Maka suruhlah salah seorang di antara kamu ke kota dengan membawa uang perakmu ini" (QS. Al-Kahfi : 19). Ayat tersebut menunjukkan kebolehan mewakilkan sesuatu pekerjaan kepada orang lain. Rasulullah Saw. Bersabda: "Dari Abu Hurairah ra.berkata : "Telah mewakilkan Nabi saw. Kepadaku untuk memelihara zakat fitrah dan beliau telah memberi Uqbah bin Amr seekor kambing agar dibagikan kepada sahabat beliau" (HR. Bukhari). Kebolehan mewakilkan ini pada umumnya dalam masalah muamalah. Misalnya mewakilkan jual beli, menggadaikan barang, memberi shadaqah / hadiah dan lain-lain. Sedangkan dalam bidang 'Ubudiyah ada yang boleh dan ada yang dilarang. Yang boleh misalnya mewakilkan haji bagi orang yang sudah meninggal atau tidak mampu secara fisik, mewakilkan memberi zakat, menyembelih hewan kurban dan sebagainya. Sedangkan yang tidak boleh adalah mewakilkan Shalat dan Puasa serta yang berkaitan dengan itu seperti wudhu.

 

 Rukun dan Syarat Wakalah.

 a. Orang yang mewakilkan / yang memberi kuasa. Syaratnya : Ia yang mempunyai wewenang terhadap urusan tersebut.

 b. Orang yang mewakilkan / yang diberi kuasa. Syaratnya : Baligh dan Berakal sehat.

 c. Masalah / Urusan yang dikuasakan. Syaratnya jelas dan dapat dikuasakan.

 d. Akad (Ijab Qabul). Syaratnya dapat dipahami kedua belah pihak.

 

 Al Wakalah Penurut Para Ulama

 a. menurut ulama Syafi'ah, mengatakan bahwa wakalah adalah ungkapan yang mengandung arti pendelegasian sesuatu oleh seseorang kepada orang lain agar orang lain tersebut melakukan kegiatan yang telah dikuasakan atas nama pemberi kuasa.

 b. Menurut ulam Malikiyah, Wakalah adalah tindakan seseorang mewakilkan dirinya kepada orang lain untuk melakukan kegiatan yang merupakan haknya, yang mana kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan pemberian kuasa setelah pemberi pemberi kuasa wafat, sebab jika kegiatan diikatkan setelah pemberi kuasa wafat maka sudah berbentuk wasiat.

 c. Menurut ulama Hanafiyah, wakalah adalah seseorang yang menempati diri orng lain dalam pengelolaan.

 

 Syarat Pekerjaan Yang Dapat Diwakilkan.

 a. Pekerjaan tersebut diperbolehkan agama.

 b. Pekerjaan tersebut milik pemberi kuasa.

 c. Pekerjaan tersebut dipahami oleh orang yang diberi kuasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2