Mohon tunggu...
ulfa chaira
ulfa chaira Mohon Tunggu... mahasiswi tahun akhir

unpad

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Evaluasi Jalur dan Sarana Evakuasi pada Bangunan sebagai Salah Satu Wujud Penerapan K3

13 November 2019   12:34 Diperbarui: 13 November 2019   12:37 0 0 2 Mohon Tunggu...

Kondisi darurat merupakan suatu kondisi yang memaksa manusia untuk menyelamatkan diri saat terjadi suatu kejadian yang dapat merugikan. Dalam suatu wilayah baik pemukiman maupun bangunan bertingkat, keberadaan jalur dan sarana evakuasi merupakan salah satu hal yang penting. Banyak ditemukan kasus baik pemerintah maupun pengusaha swasta mengenyampingkan pentingnya jalur dan sarana evakuasi. Jalur dan saran evakuasi yang digunakan saat kondisi darurat terjadi biasanya adalah menggunakan jalur umum yang digunakan kegiatan setiap hari untuk beraktivitas bukan sarana evakuasi yang dibuat secara khusus.

Pentingnya melakukan evaluasi pada jalur dan sarana evakuasi adalah salah satu cara dalam mengurangi bahaya yang mengancam terjadi korban jiwa pada saat terjadi bahaya atau bencana terjadi. Selain itu, evaluasi pada jalur evakuasi merupakan salah satu wujud penerapan K3 dalam sebuah lembaga atau organisasi. Jalur evakuasi yang digunakan saat terjadi keadaan darurat harus jalur yang sefisien mungkin menuju tempat yang dianggap aman untuk menghindari keadaan darurat tersebut.

Pada jalur dan sarana evakuasi yang tidak tertata dan terencana dengan baik atau difungsikan untuk hal selain fungsi evakuasi, dapat menjadi masalah baru saat keadaan darurat. Untuk itu, perlunya dilakukan evaluasi pada jalur dan sarana evakuasi baik pada suatu wilayah terbuka maupun pada bangunan guna menilai kelayakan jalur pada saat proses evakuasi.

Seperti yang sudah diatur dalam PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja bahwasannya pengusaha wajib melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja K3. Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu proses sistematis dalam memeriksa, menentukan, membuat keputusan atau menyediakan informasi terhadap program yang telah dilakukan dan sejauh mana program tersebut tercapai. Jalur evakuasi merupakan akses yang dapat dinyatakan aman untuk di lalui sebagai jalur menuju sarana evakuasi atau ke tempat yang aman untuk menghindari bahaya. Sarana evakuasi dapat diartikan sebagai suatu tempat yang dijadikan titik kumpul dimana dinilai paling aman untuk sementara untuk menyelamatkan diri.   

Proses mengevaluasi jalur dan sarana evakuasi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Jalur dan sarana evakuasi harus direncanakan dengan baik sejak perancangan bangunan sesuai rencana penggunaannya. Pertama, dalam evaluasi perlu adanya analisis sirkulasi, yaitu pola penataan ruang dalam yang terjadi pada bangunan ini akan mempengaruhi aksesibilitas evakuasi penghuni dalam kondisi darurat, sehingga hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan. Kedua, analisis sarana jalur evakuasi menurut SNI 03-1746-2000 bahwa Sarana dan Prasarana Jalur Evakuasi meliputi tangga kebakaran, assembly Point, pintu kebakaran, signage, dan pengeras suara.

Dalam proses ini, pengecekan rambu jalur evakuasi perlu diperhatikan, tidak jarang rambu evakuasi tidak perhatikan atau dianggap kurang penting. Kenyataannya, rambu sangat membantu dalam mengarahkan ke tempat evakuasi. Ketiga, analisis waktu keluar dari ruangan. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008, pada saat proses evakuasi, penghuni bangunan harus memiliki waktu yang cukup untuk meyelamatkan diri dengan aman dan meninggalkan gedung.

Prediksi waktu keluar dari ruangan idapat menggunakan metode perhitungan "Egress Calculation'' untuk mengetahui travel time yang dibutuhkan pada setiap ruangan. Selain Eagress Calculation dapat juga menggunakan analisis Software IES-VE Simulex, bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Assembly Point atau Titik kumpul.

Jalur evakuasi salah satu aspek penting yang perlu di perhatikan secara khusus oleh pemilik bangunan atau pemerintah setempat. Evaluasi pada jalur dan sarana evakuasi sangat perlu dilakukan secara berkala. Hasil evaluasi tersebut yang akan dijadikan bahan perbaikan pada jalur evakuasi untuk menjadi jalur yang layak digunakan saat terjadi keadaan darurat. Selain pentingnya evaluasi pada jalur dan sarana evakuasi, edukasi pada penghuni juga sangat penting. Minimnya pengetahuan masyarakat umum pada pentingnya menggunakan jalur evakuasi akan menyulitkan proses evakuasi pada saat terjadi keadaan darurat.

VIDEO PILIHAN