Mohon tunggu...
Ujang Ti Bandung
Ujang Ti Bandung Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kompasioner sejak 2012

Mencoba membingkai realitas dengan bingkai sudut pandang menyeluruh

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Pertanyaan Besar yang Belum Bisa Dijawab Hawking

6 Desember 2020   05:28 Diperbarui: 6 Desember 2020   05:49 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Images : Tribun Manado-Tribun news.com

Hal lain yang membuat Steven hawking nampak besar dimata dunia mungkin adalah karena ia bukan hanya berkecimpung membicarakan teori teori kosmologi yang rumit tapi perhatian besarnya ke 'dunia langit' tersebut ternyata juga membuatnya menyukai pertanyaan pertanyaan besar !

Dan muara dari perhatian besarnya itu ditegaskan melalui buku terakhir yang ditulis menjelang kematiannya  'brief answer  to the big questions'

Sebenarnya pertanyaan pertanyaan besar tersebut bukan hal baru atau aneh karena itu semua itu sudah terbiasa dibicarakan dalam dunia filsafat era klasik dan sebelumnya ribuan tahun lalu para nabi sudah biasa mendalami dan mendakwahkannya,suatu yang sudah lama ada dibenak orang orang beragama

Tapi menjadi unik dan menarik sekaligus menyedot perhatian ketika di angkat kembali ke permukaan dengan memakai bingkai atau persfective 'sains'-bukan filsafat atau agama seperti biasanya.sehingga publik mungkin banyak yang penasaran apa-bagaimana jawaban seorang Steven hawkings atas semua itu

Tapi lalu karena hal itu jugalah yang membuatnya banyak di kritisi para pemikir lain utamanya dari dunia agama.karena kesukaannya pada pertanyaan pertanyaan besar itu bukan mendekatkannya pada Tuhan tapi malah seperti menjauhkannya

Karena ia seolah ingin menjawab pertanyaan pertanyaan besar itu dengan teori fisika !

Apakah itu suatu yang mungkin ?  

Bisakah teori fisika menjawab pertanyaan pertanyaan yang selama ini lebih merupakan domain filsafat dan agama ?

Atau,apakah ia telah membawa pertanyaan pertanyaan besar tersebut ke ranah yang tidak tepat ?

Mengapa ia menyatakan filsafat telah mati sementara ia sendiri dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan besar tersebut sebenarnya tengah berfilsafat ?

....................................................

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun