Ujang Ti Bandung
Ujang Ti Bandung wiraswasta

Mencoba membingkai realitas dengan bingkai sudut pandang menyeluruh

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Agama Bukan Ideologi(!)

10 Januari 2019   13:23 Diperbarui: 10 Januari 2019   14:25 160 2 1
Agama Bukan Ideologi(!)
Images : www.gesuri.id

Mendengar pidato politik Megawati kadang ada saja hal yang membikin risih -resah dan sekaligus penasaran akan apa sebenarnya makna 'hakiki' bagian isi pidatonya yang bikin gelisah itu. dan saya memandang karenanya mesti harus diluruskan. Diluruskan di sini maksudnya adalah agar tidak ditafsirkan secara salah oleh publik dan memang berbahaya bila lalu ditafsirkan secara salah

Setelah pidato politik Megawati tgl 10 januari 2017 yang berbicara tentang 'ideologi tertutup- yang meramal masa depan' yang banyak menuai protes maka pada pidato politik tadi siang di acara internal PDIP Megawati kembali berpidato tentang 'ideologi' dan ada kalimat pengiring yang bunyinya 'bukan ideologi yang membuat penganutnya fanatik buta'

Dari cuplikan pidato itu tentu saya pribadi tidak tahu ideologi apa-yang bagaimana yang dimaksud oleh Megawati, hanya berharap mudah mudahan bukan mengarah pada agama. Hanya apabila ideologi yang dimaksud dalam pidato itu oleh publik lalu di paralelkan dengan agama maka saya sebut itulah tafsiran yang sangat berbahaya dan akan menimbulkan keresahan khususnya pada umat beragama

Mengapa (?)

Nah yang harus saya luruskan adalah bahwasanya utamanya dalam pemahaman orang yang meng imaninya agama dengan ideologi itu berbeda, agama itu dari Tuhan-firman Ilahi sedang ideologi itu adalah konsep hasil pemikiran manusia. Menyamakan keduanya adalah sesat pikir. Dan bagaimana menempatkan keduanya tentu manusia sendiri yang harus arif- bijaksana.kalau ada muslim misal yang menganggap bahwa agama itu sama-paralel dengan ideologi atau sederajat atau sejajar dengan hasil pemikiran manusia maka ia telah melenceng dari prinsip agamanya

Bahaya kalau ada yang menafsirkan 'ideologi' yang dimaksud dalam pidato Megawati kedalamnya adalah termasuk agama.karena itu berarti telah mensejajarkan dan menyamaratakan yang dari Tuhan dengan yang berasal dari manusia.sebab itu saya berharap bahwa yang dimaksud 'ideologi' yang disebut dalam pidato Megawati itu adalah hanya untuk menjelaskan perihal konsep konsep yang dibuat manusia semisal ideologi komunisme,  kapitalisme,sekularisme,liberalisme dlsb.

Mudah mudahan ideologi yang  dikaitkan dengan adanya penganut yang fanatik buta itu misal adalah ideologi komunisme atau liberalisme. Karena apa ? Karena agama memang melarang fanatik buta tetapi mengharuskan kesetiaan atau 'fanatisme' yang dilandasi fikiran rasional atau argument ilmiah yang dapat difahami akal sebagaimana argument ketuhanan dalam ilmu teologi. 

Ilmu teologi-ilmu tauhid itu sendiri dikonsep oleh para ilmuwan-agamawan untuk mencegah adanya fanatisme buta yang tanpa argument.dan dalam kitab suci sendiri penggunaan akal serta nurani adalah hal urgent yang diperintahkan

Dan mudah mudahan 'ideologi tertutup-yang didalamnya ada peramal masa depan' itu tidak dimaksudkan kepada agama tetapi misal kepada faham komunisme yang memang tertutup untuk di rekonstruksi dengan kaidah rasionalitas.sebab agama itu bahkan menantang secara terbuka kepada manusia untuk menggunakan akal-nalar sehatnya,silahkan simak isi kitab suci tentang itu. Sehingga 'tertutup' itu tentu bukan karakter agama nya tetapi karakter manusia itu sendiri yang menutup hati nya dari mau mendalami agama sebagaimana yang telah dicontohkan dalam sejarah umat manusia di masa silam.

(tapi apakah komunisme meramal masa depan setelah mati saya kurang tahu itu)

Artinya saya tidak berburuk sangka kepada Megawati karena siapa tahu kalau memang dalam pandangan Megawati agama itu bukan ideologi dan ideologi itu bukan agama. Karena toh Megawati tak pernah menyatakan secara eksplisit bahwa yang dimaksud 'ideologi' dalam pidatonya termasuk kedalamnya adalah agama.

Jadi bukan pidatonya yang secara langsung berbahaya tetapi yang bisa berbahaya adalah yang tidak langsung yaitu YANG MENAFSIRKAN secara salah,misal yang menafsirkan bila ideologi yang dimaksud-yang disebut sebut termasuk yang di stigmakan secara negatif dalam pidato Megawati adalah termasuk kedalamnya juga agama

Untuk para simpatisan Megawati tentu tak usah resah- gelisah dengan efek yang dapat ditimbulkan selama tak ada yang menafsirkan pidato nya secara salah sebagaimana yang saya jelaskan di atas dan apabila lalu ada yang menafsirkan secara salah-misal yang lantang memparalelkan dengan atau memasukkan kedalamnya; agama ya dipersilahkan untuk mengcounter dengan argument yang tentu harus konstruktif-ilmiah-bukan penjelasan yang normatif tapi tidak atau jauh dari konstruktif.


Saya sudah meluruskan. Terima kasih untuk yang mau menganalisa tanpa prasangka
......