Ufqil mubin
Ufqil mubin

SD di Desa Ncera, Bima, melanjutkan SMP di desa yang sama, SMA di Al-Hidayah Kota Bima, kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong Kalimantan Timur dari tahun 2009 sampai sekang. Aktivitas rutin sebagai pengajar dan penulis.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bombo Ncera Menuju Wisata Alam Nasional

9 November 2018   21:33 Diperbarui: 10 November 2018   11:53 224 0 0
Bombo Ncera Menuju Wisata Alam Nasional
Dok. Yuke

KABUPATEN BIMA-Komunitas Pemuda Pemerhati Bombo Ncera (KPPBN) akan mengadakan festival budaya pada 11-12 November 2018. Kegiatan itu bertujuan menggali dan memelihara budaya di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Umum KPPBN, Aswati mengatakan, sebagian besar budaya yang pernah dipelihara di daerah setempat pernah dikembangkan masyarakat. Namun belakangan, seiring perkembangan zaman, mulai ditinggalkan generasi muda.

"Kami juga berkeinginan memperkenalkan wisata alam Bombo Ncera dalam skala nasional. Selain itu, kami harap akan menyatukan masyarakat Kecamatan Belo. Diharapkan zona merah berupa konflik itu bisa terhapus," jelas perempuan yang kerap disapa Yuke itu, Jumat (9/11/2018).

Dok. Yuke
Dok. Yuke
Dalam festival itu, panitia yang diketuai Amiruddin telah mencanangkan ribuan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Sehingga masyarakat sekitar dapat memanfaatkannya untuk berjualan, memperkenalkan ekonomi kreatif, dan membantu peningkatan ekonomi daerah.

"Kami ingin acara ini dijadikan ajang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Yang biasanya belum dapat bekerja di jalur formal, bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkenalkan karya yang bernilai ekonomi," katanya.

Komunitas yang dipimpin Yuke juga akan meningkatkan intensitas gerakan gemar membaca. Melalui festival itu, dia berharap, gerakan literasi yang telah dikembangkan di wisata Bombo Ncera, dapat dikenal luas di masyarakat.

"Itu untuk lebih memperluas kegiatan mingguan yang telah kami laksanakan. Kami ingin generasi baru ini bisa tergali potensinya. Mereka ini mau ke mana ke depan? Di situlah pentingnya gerakan membaca ini," ucapnya.

Yuke berpendapat, melalui festival itu masyarakat akan diajak untuk memperkenalkan sisi positif sosial budaya penduduk setempat. Misalnya patu cambe (pantun) dan ndempa ndiha.

"Kalau kita lihat budaya masyarakat Ncera, para pemuda dulu sering mandi di Bombo Ncera. Mereka membuat pantun dan saling beradu pantun di atas batu-batu besar. Dimulai dari festival ini, kami berharap hal-hal yang sudah punah itu diangkat kembali," ungkapnya.  

Pada hari pertama atau 10 November 2018, kegiatan akan diawali pada pukul 08.00 Wite. Acaranya, seluruh peserta akan melakukan perjalanan mulai di Desa Ncesa hingga Bombo Ncera.

Aswati atau Yuke
Aswati atau Yuke
"Di Bombo Ncera itu ada panggung utama. Nanti masyarakat akan memperlihatkan atraksi hadorah. Di sana juga akan diadakan ndempa ndiha. Setelah Bupati Bima Ibu Indah Dhamayanti Putri sampai di panggung utama, akan disambut dengan tarian lokal," terangnya.

Di hari kedua, panitia akan mengadakan lomba ngana dipi, ngana mbuti, musikalisasi puisi, kareku kandei, tenun khas lokal, pameran ekonomi kreatif, dan patu cambe.

"Kami sudah siapkan beragam hadiah untuk seluruh lomba yang diadakan di Festival Bombo Ncera. Nanti akan dinilai oleh para juri pilihan yang kompeten di bidangnya," jelas Yuke.

Dia menyebut, kegiatan yang dinamai Festival Bombo Ncera itu terselenggara atas kerja sama dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Karang Taruna, TNI, kepolisian, dan Pemerintah Kabupaten Bima.

Yuke memastikan kegiatan tersebut didukung oleh Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bima. Dengan begitu, pihaknya menjamin acara itu akan berlangsung aman dan damai.

Wisata Alam Bombo Ncera, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Wisata Alam Bombo Ncera, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
"Hari ini kepolisian dan TNI datang ke Bombo Ncera. Di sana tadi bersih-bersih dan mempersiapkan kegiatan. Mereka memastikan akan menjaga kegiatan ini sampai selesai," sebutnya.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat memperkenalkan Bombo Ncera sebagai pariwisata alam nasional. "Minimal target kami, Kementerian Pariwisata bisa melirik wisata alam ini," harapnya. (*/um)