Mohon tunggu...
Udinus Corner
Udinus Corner Mohon Tunggu...

This page is about Dian Nuswantoro University (Udinus)'s Public Relations. This contains will be filled with all activity ini Dian Nuswantoro University.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mahasiswi Udinus Ubah Sampah Menjadi Uang Lewat Aplikasi

19 Desember 2018   14:32 Diperbarui: 19 Desember 2018   15:19 133 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswi Udinus Ubah Sampah Menjadi Uang Lewat Aplikasi
Thalita Nursinta Aulia saat menujukkan aplikasi Rupilah

Mahasiswi asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menciptakan inovasi dalam mengurangi sampah di masyarakat. Inovasi tersebut yakni merubah sampah menjadi uang dengan program bernama 'Rupilah'.

Program yang dapat dijalankan di sistem android tersebut diciptakan oleh mahasiswi dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus bernama Thalita Nursinta Aulia. 

Program yang dipamerkan dalam pameran DKV beberapa waktu lalu memiliki tagline yakni 'Pilah Sampah jadi Rupiah'. Thalita sapaan akrabnya, mengatakan program yang berguna dalam pengelolaan sampah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah yang terus mencemari alam dan meningkatkan bank sampah yang ada di masyarakat. 

"Saya membuat program ini berkat penelitian saya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang mengamati bahwa program yang dicanangkan terkait bank sampah belum meluas dan masih sedikit jumlahnya. Saya juga melihat sampah yang ada di masyarakat juga terus menumpuk. 'Rupilah' bisa menjadi magnet buat masyarakat agar mulai peduli terhadap sampah yang ada di lingkungan sekitar," kata mahasiswi DKV Udinus angkatan 2014 itu.

Ia menjelaskan dalam proses kerja program 'Rupilah' memiliki dua fungsi. Yakni  bank sampah yang ada di masyarakat yang merupakan agent dan user dijalankan oleh warga. Agentatau bank sampah  akan mengambil sampah yang ada di masyarakat. 

Namun pengambilan sampah akan berjalan jika ada permintaan dari user atau masyarakat. Nantinya masyarakat yang memberikan sampahnya kepada agent akan mendapatkan kompensasi berupa uang  yang dapat dimanfaatkan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan warga.

"Uang yang diberikan oleh agent bank sampah nantinya dapat menjadi dua jenis uang yakni uang kartal maupun uang digital. Namun untuk jenis sampah yang dapat dijual, melalui aplikasi ini hanya sampah non organic saja. 

Warga dapat menggunakan uang itu untuk membeli pulsa, listrik, dan sebagainya. Jumlah uang yang didapatkan berasal dari berat sampah yang diberikan, semakin banyak berarti mendapatkan uang yang banyak juga," jelasnya. 

Program ' Rupilah' sendiri membutuhkan waktu pembuatan dari mulai penelitian hingga proses coding sekitar 1 tahun. Ia berharap agar program yang ia buat dapat dimanfaatkan oleh  pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengurangi sampah yang ada di masyarakat.

"Melalui program ini bank-bank sampah semakin banyak dan kesadaran masyarakat terhadap sampah dapat meningkat. Program ini memang belum di launching di playstore dan masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ada investor yang dapat meningkatkan kualitas dari aplikasi ini," tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Kahumas Udinus, Agus Triyono,S.Sos, Msi berharap agar program terrsebut dapat berguna bagi masyarakat luas dan mampu dilirik oleh pemerintah. "Ini program bagus dan saya berharap agar mampu dimanfaatkan  oleh pemerintah maupun masyarakat agar sampah-sampah non organic dapat dikelola dan tak mencemari alam," tutupnya. (*Humas Udinus/lex/AT/ Foto : Alex Devanda) 

VIDEO PILIHAN