Mohon tunggu...
Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mohon Tunggu... Mahasiswa

A muslimah. Author. Novel Reader. Painter. Stargazer. And a public accountant in the future. Aamiin! | @tututsety | Another stories https://t.co/JeGtQEOdDe

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Melukis, Ngabuburit yang Nggak Bikin Dompet Melilit

20 Mei 2019   12:09 Diperbarui: 20 Mei 2019   12:16 0 36 20 Mohon Tunggu...
Melukis, Ngabuburit yang Nggak Bikin Dompet Melilit
ilustrasi melukis: www.123rf.com

Ah, siapa di sini yang hobi melukis? Melukis mungkin salah satu hobi yang diminati beragam kalangan, mulai dari anak kecil, remaja, hingga dewasa. Dengan melukis kamu dapat membebaskan pikiran sejenak dari kerumitan hidup. 

Di punggungmu mendadak terdapat sayap yang siap menerbangkanmu dari dunia penuh tugas, deadline, dan kemacetan, ke dunia antah berantah dimana kamu dapat menghirup aroma kebebasan, feel freehhh...

Dilansir dari kabarrantau.com, Dr. Arnold Bresky, seorang pengamat kesehatan, menemukan bahwa melukis dapat meningkatkan kemampuan ingatan, lho.. Bahkan keberhasilan programnya mencapai 70% pada pasien penderita Alzheimer dan demensia. 

Selain itu, Anoviyanti (2008) juga menemukan bahwa seni lukis dapat digunakan untuk menyembuhkan pasien Skizofrenia dan ketergantungan narkoba. Ia menjelaskan bahwa seni dan psikologis memiliki hubungan sehingga menciptakan cabang keilmuan baru yakni terapi seni. 

Tidak sampai di situ, melukis juga memiliki beberapa manfaat lain seperti meningkatkan konsentrasi, mengembangkan kreativitas, melatih ketekunan, menyalurkan emosi, sarana relaksasi, hingga meningkatkan kebahagiaan.

Nah, kamu dapat memanfaatkan melukis sebagai alternatif kegiatan ngabuburit menjelang waktu berbuka. Rasa bahagia dan relaksasi yang didapatkan dari melukis, niscaya akan membuat kita lupa untuk dahaga dan lapar yang  meronta-ronta.

Berhubung sabtu ini saya akan melakukan seminar proposal skripsi, terbesit di hati untuk membuat kartu ucapan sebagai kenang-kenangan untuk teman yang telah melewati empat tahun kebersamaan ini, hihi...

Bahan dan peralatan yang saya gunakan untuk membuat kartu ucapan ini adalah cat air, kuas, tempat untuk menuangkan cat, air, kertas (ukuran A4 atau bebas), gunting (jika diperlukan), dan cotton bud.

dokpri
dokpri
Nah, cotton bud alias korek kuping adalah alat utama yang saya gunakan dalam lukisan kali ini. Siapa yang tidak tahu cotton bud? Alat yang biasa digunakan sebagai pengorek kotoran telinga ini ternyata dapat digunakan sebagai alat melukis, lhoo...

Penasaran?

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema dari lukisan yang akan kamu buat. Saya sendiri mengambil tema bunga lavender pada lukisan kali ini. Selain bentuknya yang indah, lavender juga merupakan salah satu bunga yang memiliki banyak manfaat seperti menangkal gigitan nyamuk dan pengharum ruangan, sehingga menarik perhatian saya untuk melukisnya.

ilustrasi lavender | sumber: http://durban.getitonline.co.za
ilustrasi lavender | sumber: http://durban.getitonline.co.za
Setelah tema disiapkan, langkah kedua adalah menyiapkan warna dan mencampurkannya dengan air agar dapat digunakan. Siapkan juga kertas sebagai media untuk melukis. Saya membagi dua kertas HVS A4, yang saya dapat dari bekas print skripsi.

Kamu juga bisa menggunakan kertas yang tidak terpakai di rumahmu, seperti kertas undangan, selembaran dari Masjid, atau kertas ujian. Memanfaatkan barang bekas merupakan salah satu langkah untuk mengurangi sampah, lho.

Setelah semua bahan dan peralatan siap, langkah ketiga adalah memulai melukis dengan menggambar pola. 

membuat pola dengan beberapa cotton bud (gambar kiri), dan 1 cotton bud (gambar kanan) | sumber: dokpri
membuat pola dengan beberapa cotton bud (gambar kiri), dan 1 cotton bud (gambar kanan) | sumber: dokpri
Pada percobaan pertama ini, saya mengikat beberapa cotton bud menjadi satu, lalu menaruhnya di cat warna yang sudah diberi air. Biarkan sebentar hingga warna itu terserap di cotton bud, lalu aplikasikan ke kertas untuk membentuk sebuah pola.

Namun karena hasilnya yang agak berantakan, saya melakukan percobaan kedua dengan satu cotton bud saja.  Alhasil warna yang dihasilkan lebih rapih, namun di sisi lain kesan alaminya hilang alias terlalu kaku.

Di sini kamu perlu berhati-hati, jangan sampai cotton bud terlalu basah, karena warnanya akan melebar kemana-mana. Jika memang sudah terlanjur, kamu bisa memeras cotton bud tersebut dengan tangan untuk mengurangi kadar air.

Setelah pola terbentuk, langkah ketiga yang dapat dilakukan adalah membuat gradasi untuk menghasilkan warna yang indah dan alami. 

Bagi kalian yang belum tahu apa itu gradasi, kalian bisa melihatnya pada daun. Apakah daun memiliki warna hijau yang sama? Tidak bukan? Jika kalian perhatikan, daun memiliki perpaduan warna antara hijau tua, hijau muda, hingga hijau kekuningan. Dan inilah yang dinamakan gradasi, yakni corak warna yang dihasilkan dari perpaduan dua warna atau lebih.

Saya menggunakan tiga warna untuk menghasilkan gradasi pada lukisan lavender ini, yaitu biru tua, biru muda, dan putih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2