Mohon tunggu...
Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mohon Tunggu... penulis

A muslimah. Author. Novel Reader. Painter. Stargazer. And a public accountant in the future. Aamiin | @tututsety | Another stories https://t.co/JeGtQEOdDe

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Migrasi ke Mars, Sudah Tak Layakkah Bumi?

26 April 2017   08:10 Diperbarui: 26 April 2017   12:34 0 11 10 Mohon Tunggu...
Migrasi ke Mars, Sudah Tak Layakkah Bumi?
Sumber: http://dishingpc.com

Hari bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April tampak tidak semeriah peringatan tahun baru atau hari kartini.  Bumi yang telah memasuki usia uzur masih saja belum mendapat perhatian dari para anak, cucu, dan cicitnya. Mereka masih saja suka menebangi hutan, mengeruk emas, menyumbat anak sungai, hingga meledakan bom di lautan demi tercapainya hasil tangkapan. Sedangkan Bumi berjuang mati-matian mengembalikan sinar ultraviolet, bertahan di jarak 150 juta km dari matahari, dan menyediakan udara yang ideal untuk membuat manusia tetap hidup.

Kemunculan Mars One—misi pengiriman manusia pertama ke planet Mars—yang diperkenalkan ke publik pada Mei 2012 lalu justru menimbulkan pertanyaan lama di benak saya,

“Sudah tak layakkah Bumi untuk ditinggali?”

Misi “Siap Mati” yang Paling Diminati

Mars One adalah sebuah misi yang bertujuan untuk membangun pemukiman manusia permanen di planet Mars. Proyek yang didirikan pada tahun 2011 oleh Bas Lansdorp dan Arno Wielders tidak hanya bertujuan untuk sekedar berkunjung ke Mars, melainkan untuk bertahan hidup, mengeksplorasi dan menciptakan rumah kedua bagi umat manusia.

Para astronom tidak menyangkal bahwa Mars merupakan satu-satunya planet yang potensial untuk menjadi rumah kedua manusia. Tetapi penelitian yang dilakukan terhadap planet merah tersebut dirasa masih cukup dini dan belum cukup matang untuk menyebut bahwa manusia aman untuk tinggal disana. Sehingga tidak berlebihan rasanya untuk menyebut misi Mars One sebagai misi "Siap Mati."

Mars One yang membuka pendaftaran pada 22 April 2013 lalu sudah berhasil menarik 202.586 sukarelawan dari 140 negara. Selanjutnya para pendaftar wajib mengikuti empat tahap penyeleksian hingga tersisa tiga puluh orang yang kemudian akan menjalani wawancara kesesuaian oleh Mars Settler. Pengiriman manusia ke planet merah ini akan direncanakan terlaksana pada tahun 2025 dengan empat orang pertama yang kemudian berlanjut setiap 26 bulan sekali.

Potensial Namun Tidak Layak

Mars memang merupakan planet yang potensial untuk ditinggali, namun bukan berarti ia memenuhi standar kelayakan. Dilihat dari empat unsur kehidupan manusia yaitu udara, air, tanah, dan cahaya matahari, tidak ada satupun yang Mars miliki mendekati dengan Bumi.

Atmosfer Mars terdiri dari 95% karbon dioksida, 3% nitrogen dengan oksigen kurang dari 0.4%. Sedangkan manusia membutuhkan nitrogen 78% dan oksigen 21% untuk dapat bernapas secara normal. Keberadaan air di Mars juga masih sebatas tetesan dan garis gelap yang diduga pernah dialiri air atau Recurring Slope Linea. Perubahan cuaca yang ekstrem dan badai debu yang sering terjadi di Mars juga merupakan salah satu faktor bahwa planet itu belum dapat dikatakan layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Bumi bukan untuk Dirusak dan Ditinggalkan, melainkan untuk Dilindungi dan Dilestarikan.

Kehadiran Mars One dan ekspedisi pencarian planet laik huni lainnya tidak memberi arti bahwa bumi ditakdirkan untuk digali, dihancurkan dan ditinggalkan. Bumi tetaplah satu-satunya tempat tinggal kita yang layak dan pantas untuk dijadikan tempat tinggal.  Maka dari itu lindungi dan lestarikan bumi sepenuh hati. Kita bisa melakukannya dengan berbagai cara, diantaranya adalah:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x