Mohon tunggu...
S Aji
S Aji Mohon Tunggu... Freelancer - Nomad Digital

Udik!

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Tak Ada Keniscayaan bagi Ketidaksabaran

19 Oktober 2022   15:16 Diperbarui: 20 Oktober 2022   21:45 293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Shutterstock 

dia sudah melepas hal paling ruwet dalam dirinya,
dia membuang hatinya. membiarkan lubang menganga, gelap dan kosong.

dia tidak mungkin marah lagi pada segala yang tidak pasti.
dia tidak kuat lagi bertanya-tanya.

dia ingin semuanya dihapus saja--tapi
bernafas adalah hidup bersama ingatan-ingatan yang menyiksa.
dia ingin tidak dicari-cari-tapi
menuju tua sama dengan hidup kepada pikiran-pikiran yang selalu ingin pulang.
 
dia tidak ingin diajak bicara-
tapi menjadi manusia adalah didengarkan oleh kenyamanan yang dirindukan.
dia tidak ingin lagi menderita-
tidak sebagai manusia, mati dan tidak bahagia!

dia tidak melihat yang lain kecuali akhir.

dia tidak lagi sanggup lagi bersabar
dia cuma bisa pergi atau jangan kembali.

dia tidak siap menjadi dirinya sendiri.

[Amban, 19/10/2022]

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun