Mohon tunggu...
S Aji
S Aji Mohon Tunggu... Nomad Digital

Udik dan Pinggiran

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Perihal "Mulan" yang Batal Menjadi Mahakarya

16 Oktober 2020   07:33 Diperbarui: 17 Oktober 2020   18:55 1583 27 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perihal "Mulan" yang Batal Menjadi Mahakarya
Prajurit Mulan di tengah Para Pria/ (Foto: Jasin Boland/Disney via AP)

Atau, karena Mulan memiliki tenaga dalam super, ia kemudian layak menjadi pemimpin. Sebagaimana rivalnya, Xianniang (Gong Li). 

Kita perlu memberi sedikit porsi pada perempuan yang karena kesaktiannya ini lantas dicap penyihir. Xianniang yang tak kalah anggun ini juga menjadi kepercayaan Bori Khan dengan niat yang lebih radikal lagi. Jika Bori Khan memenangkan kudeta, perempuan harus diakui hak-haknya. Tabu, aib, dan sebagainya yang merantai perempuan karena pengagungan tradisi harus diberangus.

Anehnya idealisme Xianniang buyar ketika mengetahui Mulan diakomodasi dalam sistem militer. Aib yang dilakukannya tak lagi menjadi penghalang untuk memimpin perlawanan istana melawan kudeta. 

Sang penyihir bermata sendu dengan pakaian hitam-hitam ini malah berubah sebagai pendukung Mulan. Dia menyediakan tubuhnya sebagai tumbal dari pencapaian Mulan. Lagi-lagi, Mulan terlalu mudah menjadi puncak. 

Kemudahan paling puncak adalah ketika sang Kaisar (Jet Li) yang tersandera justru memberi support bagi Mulan yang keteteran melawan Bori Khan. Mulan tidak lagi berjudul penyihir atau pelanggar tradisi dalam situasi itu. Dengan kekuasaannya yang mewakili langit, Kaisar memutuskan untuk memberi tempat di pasukan pengawal istana. Posisi paling elite di antara satuan tempur kekaisaran. 

Jalan pembebasan Mulan dari belenggu terlalu mudah dan "kurang politis". 


Menimbang Arah Sebaliknya (?)

Atau, mungkin juga deretan kemudahan dan kurangnya guncangan dalam biografi Hua Mulan di antara "tradisi dan pembaharuan" dikarenakan adanya kesan untuk menunjukan keseimbangan dari perbenturan yang merusak. 

Adanya interes menampilkan narasi bahwa Mulan adalah pencapaian hidup yang dimungkinkan diraih karena kemampuan mengelola warisan tradisi dan agenda perubahan secara pelan dan terukur. 

Pengelolaan yang seimbang, pelan dan terukur ini terlihat pesannya dalam empat nilai dasar yang membentuk sosok Mulan. Loyalitas, Berani, Jujur, dan Keluarga adalah yang utama

Kita bisa memahami ini sebagai inti nilai dalam masyarakat Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir sedang memimpin Asia dalam arus modernitas non-Barat. Siapa yang tahu? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x