Mohon tunggu...
S Aji
S Aji Mohon Tunggu... Keliling & Cuci Piring

Udik. Pinggiran. Kadang-kadang!

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Yang Menulis Gelisah, Mati Dalam Puisi

29 Januari 2020   10:54 Diperbarui: 31 Januari 2020   20:18 277 19 6 Mohon Tunggu...
Puisi | Yang Menulis Gelisah, Mati Dalam Puisi
Ilustrasi: pixabay.com

engkau menulis puisi,
dan gelisah.

kata-kata itu tetap saja murung,
menanggung luka. mungkin kutukan lama.

kata-kata itu masih saja marah.
memendam lara. tak banyak sabar tersisa

engkau berbicara agar yang memenjara
boleh terdengar seperti nasihat dan sejarah

engkau bercerita agar yang mengerikan
boleh terbaca seperti dongeng dan pitutur

tapi, siapa bersedia mendengarnya?

//
tadi pagi,
aku menemukan kata-katamu
berkabung di sebuah berita

katanya:
ada seorang penyair
membaca puisi
kemudian hujan deras
sebuah kota terapung

puisi-puisinya menjadi perahu
menantang arus ke hulu. membawa
apa saja kecuali si penyair.

bahkan dengan puisimu,
takdir enggan berkawan.

//
engkau selalu akan
menulis gelisah.

lalu mati,
dalam puisi. hening.

[Petai: Hari-hari menggenapi akhir]

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x