Mohon tunggu...
Tulus Santoso
Tulus Santoso Mohon Tunggu... Warga Tangerang Selatan

Kicau mania tingkat dasar yang mendambakan tuanya di kampung dengan 50 ekor sapi, 10 kolam ikan lele, dan beberapa ayam kate

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Perintah Bergamis di Kecamatan Ciputat

12 Oktober 2019   12:25 Diperbarui: 13 Oktober 2019   00:26 424 6 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perintah Bergamis di Kecamatan Ciputat
Surat Perintah Gamis Pak Camat Ciputat

Beredar surat perintah yang ditujukan kepada pegawai perempuan di lingkungan Kecamatan Ciputat untuk menggunakan pakaian Gamis setiap hari Jumat. Meskipun judulnya "Surat Perintah" namun bahasanya agak diperhalus dengan menyematkan kata "dapat" (Dapat Menggunakan Pakaian Gamis Hitam Setiap Hari Jumat). Namun tetap saja, diksi "dapat" tersebut merupakan sebuah perintah sebagaimana tercantum dalam Surat Perintah Camat Ciputat, Drs. H. Andi D Patabai, AP, M.Si.

Sebelum kita diskusikan lebih jauh, apa sih sebenarnya pakaian gamis itu? Mengacu pada KBBI, gamis didefinisikan sebagai kemeja arab; baju yang panjangnya semata kaki atau lebih menyerupai kemeja dengan potongan longgar. Di Arab gamis disebut thawb. Terkait dengan pembedaan secara gender, ada jalabiyah dan jilbab. Menurut Guindi (2005) dalam Ulfa (2016:407) Jalabiyah merujuk pada pakaian yang diduga dikenakan Nabi Muhammad, sedangkan jilbab merupakan pakaian yang dikenakan perempuan tanpa penutup kepala. Di Indonesia, jilbab bukanlah pakaian, melainkan penutup kepala.

Kembali kepada Surat Perintah tertanggal 9 Oktober yang dikeluarkan Camat Ciputat terkait dengan pakaian gamis, saya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan untuk mengeluarkan kebijakan ini. Bila pertimbangannya adalah aspek keagamaan, apakah benar derajat keimanan seseorang ditentukan dari gamis hitam yang dipakainya? Kemudian, kita juga harus dapat membedakan, mana itu budaya, mana ajaran agama. Gamis adalah pakaian orang Arab/Timur Tengah, agama apapun pakaiannya gamis. Sama halnya dengan beskap, blangkon, kebaya bagi orang Jawa. Jadi apa urgensinya memaksa seluruh pegawai perempuan di Kecamatan Ciputat berpakaian gamis? 

Sebagai pegawai di lingkungan Kecamatan, berpakaian rapi dan sopan tentunya sebuah keharusan, itu bisa saya terima, tapi tentunya tidak harus dengan gamis yang tidak ada dasar hukum dan filosofisnya. Daerah-daerah sedang berlomba untuk memadupadankan antara busana daerah dan nasional di lingkungan birokrasi, tapi Kecamatan Ciputat justru sebaliknya. Apakah Camat Ciputat sebegitu putus asanya mencari kekhasan dari daerahnya, hingga harus mengimpor gamis? 

Padahal, Tangsel punya batik etnik sendiri yang bisa dipopulerkan dan diangkat sehingga bisa menjadi salah satu sektor unggulan di Tangsel. Kota ini juga lebih lekat dengan budaya Betawi ketimbang Arab. Rasanya lebih tepat kalau pegawai di lingkungan Kecamatan Ciputat berpakaian dengan nuansa Betawi daripada Timur Tengah.

Apakah dengan begitu berpakaian gamis tidak boleh? Gamis yang merupakan budaya Arab kemudian di adopsi di Indonesia tentu sah saja, sama halnya dengan celana jeans yang lekat dengan pekerja tambang, over sized t-shirt ala perempuan Korea, tank top ala Amerika, tapi tentunya jangan dipaksakan, apalagi oleh sebuah institusi. 

Surat yang beredar di percakapan Whatsapp tersebut nampak baru di paraf dan belum ditandatangani, semoga Pak Camat memperhatikan respon warga dan mengurungkan niatnya untuk memaksakan keputusan tersebut. Btw, pak Camat mau maju Walikota gak sih?? atau punya Garmen? curiga...

Update:

  1. Menurut Kapuspen Kemendagri, Bahtiar, berdasarkan laporan dari pejabat di Tangsel, surat perintah tersebut hoaks. Disinyalir ada orang yang ingin memfitnah Camat Ciputat, Andi Patabai: https://kumparan.com/@kumparannews/hoaxbuster-camat-ciputat-tak-minta-pns-pakai-gamis-hitam-tiap-jumat-1s2X5paeLby?utm_source=msnid&utm_medium=Aggregator  
  2. Wakil Walikota Tangerang Selatan, benyamin Davnie menduga surat tersebut dibuat oleh staf di Kecamatan Ciputat: https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/12/16451301/benyamin-duga-surat-edaran-jumat-bergamis-hitam-dibuat-staf-camat-ciputat 
  3. Camat Ciputat, Andi D Patabai menceritakan bahwa ada keluhan karena pakaian muslim sebelumnya yang berwarna putih dianggap transparan, kemudian Pak Camat memerintahkan stafnya untuk membuat Surat yang mengatakan agar pegawai memakai busana muslim berwarna hitam yang seperti gamis. Dan surat tersebut draft : https://news.detik.com/berita/d-4743706/camat-ciputat-ungkap-musabab-munculnya-surat-edaran-berbaju-gamis-hitam 

Kesimpulannya adalah bahwa surat perintah tersebut memang eksis, jadi bukan hoaks. Bentuknya pun memang masih draft sebagaimana ada dalam foto yang beredar. Tulisan saya pun mengatakan agar kebijakan tersebut jangan dilanjutkan. Semoga ini menjadi alarm bersama bagi Administratur Publik di Tangsel, bahwa pejabat publik harus menimbang dengan bijaksana setiap keputusan yang akan dibuat. Bukan tidak mungkin, jika surat tersebut tidak tidak bocor (viral) dan menuai kritik, maka kebijakan tersebut akan benar-benar dilaksanakan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x