Cerpen

Cerpen | Sampah (1)

14 November 2017   22:11 Diperbarui: 14 November 2017   22:24 3628 0 0

Hai kasihku,

Malam ini, aku ingin menuangkan beban aku sedikit, aku akui, malam ini aku sangat takut kehilangan kamu, sama seperti malam malam sebelumnya.  

Sebentar lagi kita lulus, dan akan memulai kehidupan yang baru, dengan semua yang serba baru. 

Jika beberapa bulan yang lalu kita tak saling mencinta, aku gaakan nulis dan sesedih ini. FYI IM A WEAK PERSON.


Setiap memikirkan hal ini, seolah ada godam yang menghantam dadaku, membuat aku menumpahkan air mata, mau tak mau.

Ada sakit yang teramat sangat, saat menulis dan memikirkan ini. 

Ada rindu yang ingin disampaikan, aku rindu, sayang. Baik nanti maupun sekarang.

Well i know that u're here, with me now.


But membayangkan nanti kita akan pisah (well aku gatau kedepannya akan gimana) secara baik baik karna agama, membuat aku nangis terus menerus.

Aku akan rindu kamu,

Genggaman tangan kamu,

Pelukan kamu,

Dan lainnya.


Aku akan rindu sekali akan tempat yang suka kita datengin,

toko buku, rumah sakit (well kita cuma ke kantinnya), fast food restaurant, jalanan deket rumahku, baso deket jembatan, dan lainnya.

Aku akan rindu sekali dengan semua itu,

Percayalah, saat menulis ini, aku tengah menangis, sayang.


Aku akan rindu masa masa kita belum membicarkan masa depan,

atau rindu menghabiskan waktu di kantin rumah sakit sampai sore (walau cuma ditemani segelas es teh manis),

Aku akan rindu jalan ke mall dekat sekolah dengan penuh keringat,

Aku akan rindu makan bakso selepas hujan,

Atau ke mall di hari sabtu dan minggu,

Atau ke fast food restaurant sepulang sekolah.


Atau mungkin hal hal yang lebih personal?

seperti pegangan tangan kala sedang jalan,

mencuri pelukan,

mencuri ciuman,


Aku juga akan rindu berlarian di jalanan sambil menendang buah (yang kita gatau nama dan fungsinya apa),

Aku juga akan rindu kala kita tertawa sekeras mungkin di jalanan.


Aku juga akan rindu akan sabarnya kamu,

tatapan kamu,

senyum kamu,

helaan nafas kamu,

bawelnya kamu,

atau kala kamu mengikat tali sepatu aku,

dan kala kamu membawa barang barangku.


Tapi sayang, kita hampir tak mungkin bersama,

kepercayaan kita terlalu berbeda,


Dan aku selalu membujuk tuhan agar aku bisa bersamamu,

dengan cara menyelipkan namamu di setiap doa ku (ya aku tau itu mendekati memaksa tuhan),

Agar aku bisa bersama dengan kamu.


Semoga tuhan mengizinkan,

karna kuasanya besar, dan takdirnya mutlak.