Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... tuho.sakti@yahoo.co.uk

tuho.sakti@yahoo.co.uk

Selanjutnya

Tutup

Politik

Jangan (Cuma) Salahkan AHY

4 Februari 2021   15:48 Diperbarui: 4 Februari 2021   16:16 163 11 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan (Cuma) Salahkan AHY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) | Foto: Instagram (@agusyudhoyono) via Hallo Indonesia

Pada salah satu artikel saya sebelumnya, saya menuliskan, isu kudeta yang terjadi di Partai Demokrat telah menjadi semacam tanda bahwa di internal partai sedang ada persoalan serius, yaitu krisis kepemimpinan dan kepercayaan.

Saya memandang, tidak mungkin muncul kudeta jika Partai Demokrat dalam kondisi baik-baik saja. Dan tepatnya, hal ini berlangsung saat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin komando, selaku ketua umum.

Krisis kepemimpinan yang saya maksud adalah AHY belum mampu menunjukkan diri sebagai pemimpin, lemah dalam mengonsolidasikan partai, dan kerap abai menyerap aspirasi konstruktif dari sebagian kader.

Akibatnya, timbul pula krisis kepercayaan. Dengan tiga kelemahan tadi, maka segelintir kader, baik yang potensial maupun kurang, kemudian tampak enggan dibimbing oleh AHY. Harus diakui, tidak sedikit kader Partai Demokrat yang punya kemampuan melebihi AHY.

Barangkali, bila Partai Demokrat masih dipimpin SBY atau beralih ke pundak kader lainnya, persoalan mungkin tidak akan serumit itu. Namun inilah fakta. Sehingga pada artikel saya yang lain, saya "menghimbau" AHY untuk tidak terlalu pusing memikirkan kudeta-kudetaan.

Menurut saya, hal-hal yang seharusnya diwaspadai untuk diantisipasi AHY sebenarnya bukan ancaman dari luar, melainkan dari dalam. Bahwa di pandangan terlihat ada keterlibatan pihak luar, tetapi yang jelas gerakan serius berasal dari internal.

Gara-gara krisis kepemimpinan dan kepercayaan, ancaman dari dalam tersebut yaitu terselenggaranya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti ketua umum, hadirnya "Partai Demokrat Tandingan", atau keluarnya sekelompok kader untuk membentuk partai baru.

Ketiga-tiganya sangat tidak baik bagi AHY. Entah satu dari tiga ancaman mana nanti yang selanjutnya nyata dihadapi, posisi AHY tetap tidak stabil. Anggap KLB tidak terjadi, di mana AHY kokoh jadi ketua umum. Namun bukankah potensi perpecahan di internal terus menghantui?

Bagaimana tidak, usai AHY mengungkap ke publik soal kudeta pada 1 Februari lalu, sebagian kader dan mantan kader serta petinggi Partai Demokrat merasa tersinggung. Sebab ada di antara mereka yang dituduh terlibat, dan ada pula yang karena kecewa atas tindakan AHY.

Sila baca (klik) "AHY, Hantu Kudeta, dan Ujian Kepemimpinan" dan "Bukan Kudeta, Ini yang Perlu Diwaspadai AHY".

Harapan saya, semoga persoalan tidak membesar, meski faktanya semakin sulit terkendali. Saya pribadi merasa aneh dengan sikap SBY, yang tidak memberi nasihat kepada AHY, supaya lebih hati-hati dalam bertindak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN