Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

tuho.sakti@yahoo.co.uk

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mustahil Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Ini Alasannya

17 Oktober 2019   08:45 Diperbarui: 17 Oktober 2019   08:49 769
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY) | Gambar: KOMPAS.com

Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selesai melakukan safari politik dengan beberapa ketua partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin (PDIP, PPP, Partai NasDem, PKB dan Partai Golkar), kemarin (Rabu, 16 Oktober 2019) Gerindra melaksanakan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu agenda Rapimnas tersebut yaitu memperdengarkan sikap politik Gerindra kepada seluruh kader yang hadir terkait keputusan partai menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2019-2024, yang langsung disampaikan oleh Prabowo.

Kesimpulan sikap politik Gerindra ada tiga poin. Pertama, Prabowo sebagai ketua umum sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan-energi, pertahanan dan keamanan yang kuat kepada Jokowi.

Kedua, Prabowo mempersilakan Jokowi menggunakan konsep tersebut untuk lima tahun ke depan. Namun, bila tidak digunakan, Prabowo tetap akan bekerja sama untuk kepentingan NKRI.

Sementara yang ketiga, Prabowo memutuskan akan terus menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Caranya dengan memelihara silaturahmi dan komunikasi dengan semua pihak. Itulah ketiga poin sikap politik Gerindra.

Apakah dengan diserahkannya konsepsi kepada Jokowi berarti masuknya Gerindra ke dalam kabinet pemerintahan sebuah keharusan? Tampaknya tidak, sila baca kembali sikap politik mereka di poin kedua.

Meski Gerindra (termasuk Prabowo) tidak secara terbuka mengungkap ke publik tentang hasil pertemuan dengan Jokowi dan sekian kunjungan ke beberapa ketua umum partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin, namun di media telah mencuat beberapa nama dari internal Gerindra yang disebut-sebut bakal jadi calon menteri di kabinet Jokowi.

Beberapa nama itu adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon dan Edhy Prabowo. Apakah keempat nama itu merupakan calon menteri Jokowi? Penulis menilai dengan membaginya dalam tiga kategori, yaitu mustahil (Prabowo dan Sandiaga), mungkin (Fadli Zon) dan hampir pasti (Edhy Prabowo).

Mulai dari nama yang terakhir, Edhy Prabowo. Kalau betul ada kader Gerindra yang dicalonkan jadi menteri, dialah orangnya. Sepanjang kegiatan safari politik Prabowo, dia selalu ikut mendampingi. Dan menurut penulis, dia mendampingi Prabowo sekaligus untuk memperkenalkan diri ke partai-partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca: Mengenal Edhy Prabowo, "Anak Angkat" Prabowo Subianto dan Calon Menteri Jokowi

Selanjutnya Fadli Zon. Penulis memang pernah memprediksi dia kemungkinan masuk kabinet Jokowi seperti tertuang dalam artikel "Benarkah 'Tugas Khusus' Fadli Zon adalah Menjadi Menteri di Kabinet Jokowi?", namun semakin hari penulis ragu tentang hal itu. Salah satu penyebabnya, dia belum tentu bersedia menerima amanah, serta partai-partai pengusung Jokowi pasti kurang nyaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun