Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis

[tuho.sakti@yahoo.co.uk]

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Ingat, Pemimpin Itu Harus Bisa Berbahasa Internasional!

17 Agustus 2019   22:52 Diperbarui: 17 Agustus 2019   22:57 0 3 1 Mohon Tunggu...
Ingat, Pemimpin Itu Harus Bisa Berbahasa Internasional!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019) | KOMPAS.com/ NURSITA SARI

"Malah saya menganjurkan para pemimpin supaya bisa bahasa internasional agar di pertemuan internasional bisa berkomunikasi, bisa berpidato. Kalau tidak, hanya menjadi pendengar. Makanya penting bagi pemimpin untuk bisa menggunakan bahasa internasional."

Itulah pesan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada para pemimpin, khususnya yang ada di Indonesia. Anies meminta para pemimpin harus bisa menggunakan bahasa asing, agar ketika hadir di pertemuan internasional tidak hanya jadi pendengar saja. Hal itu disampaikan Anies pada 16 Agustus 2019 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Anies menyampaikan pesan tersebut dalam rangka menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sidang Tahunan MPR RI (DPR RI dan DPD RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (Jumat, 16 Agustus 2019) yang menyatakan bahwa jajaran eksekutif sebaiknya tidak terlalu sering studi banding ke luar negeri demi menjaga efisiensi anggaran.

"Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien. Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita," kata Jokowi.

Salahkan Presiden Jokowi mengingatkan para pejabat pemerintahan (pusat dan daerah) mengefisiensi anggaran?

Jelas tidak, apalagi bila keperluannya hanya mempelajari sesuatu yang sesungguhnya bisa diperoleh lewat penggunaan sarana teknologi misalnya smartphone. Atau keperluan lain yang tidak butuh tatap muka langsung, mestinya hal itu tidak dilakukan.

Kita tahu bahwa melakukan kunjungan ke luar negeri biayanya tidak sedikit, cukup mahal. Mulai dari biaya perjalanan hingga akomodasi. Belum lagi jika yang berkunjung lebih dari satu orang, tentu biayanya akan membengkak tinggi.

Jadi apa yang diingatkan Presiden Jokowi tidak salah, karena niatnya supaya anggaran bisa dialihkan untuk kepentingan yang menyasar langsung kebutuhan warga.

Lalu salah pulakah Anies menganjurkan para pemimpin menguasai bahasa asing (internasional)? Jelas juga tidak salah. Dalam menjalankan tugas, seorang pemimpin terkadang mesti berinteraksi dengan orang-orang yang tidak mengerti bahasa nasional kita. 

Ditambah jika interaksi itu terpaksa ke luar negeri, kemampuan berbahasa asing mutlak diperlukan. Ya seperti kata Anies, jangan sampai jadi pendengar saja dan tidak mengerti apa-apa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3