Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

"You can teach a turkey to climb a tree, but it's easier to hire a squirrel to do it" - Lyle Spencer

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Menerka Langkah Sandiaga Usai Putusan Mahkamah Konstitusi

26 Juni 2019   15:43 Diperbarui: 26 Juni 2019   19:02 0 2 1 Mohon Tunggu...
Menerka Langkah Sandiaga Usai Putusan Mahkamah Konstitusi
Sandiaga Uno didampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 (ANDREAS LUKAS ALTOBELLI/kompas.com)

Tinggal beberapa jam lagi atau tepatnya besok (Kamis, 27 Juni 2019) majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengumumkan hasil penanganan sengketa Pilpres 2019. Ya, majelis hakim bakal menorehkan keputusan bersejarah yang wajib diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Rakyat Indonesia akan segera mendapat pemimpin tertingginya untuk periode 2019-2024. Terkait pasangan capres-cawapres mana yang dinyatakan menerima mandat, besok baru bisa diketahui. Apakah Jokowi-Ma'ruf Amin atau Prabowo-Sandiaga, cuma majelis hakim dan Tuhan yang tahu.

Publik tahu bahwa sebelum rangkaian kegiatan Pilpres 2019 dihelat, para kontestan (Jokowi, Ma'ruf Amin, Prabowo, Sandiaga) memiliki jabatan atau profesi masing-masing. Jokowi sedang menjabat presiden, Ma'ruf Amin mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, dan Sandiaga seorang pengusaha yang sempat jadi politisi (kader Partai Gerindra).

Sementara di sini kita berandai-andai bahwa keempat orang di atas bernasib sama terkait Pilpres 2019. Kemungkinan kalah dan menang ada pada mereka. Jadi pengandaiannya adalah apa yang akan mereka lakukan jika menang atau kalah.

Pertama, kalau Jokowi dinyatakan menang Pilpres, maka artinya beliau punya kesempatan lagi untuk menjabat presiden selama lima tahun ke depan. Namun bila kalah, berarti masa jabatannya tersisa empat bulan lagi. Setelahnya mungkin akan kembali jadi pengusaha mebel seperti dulu, atau mendapat posisi elit baru baik di level nasional maupun internasional.

Kedua, Ma'ruf Amin menang Pilpres bersama Jokowi, artinya beliau sudah pasti menarik diri secara total dari kesibukan awalnya sebagai ulama. Beliau akan fokus memimpin negara ini bersama pasangannya, Jokowi. Tapi kalau kenyataannya terbalik yakni kalah, maka otomatis akan kembali jadi Ketua MUI. Kita tahu jabatannya di sana masih dalam status non aktif.

Ketiga, jika Prabowo menang, artinya bersama Sandiaga, beliau akan menjadi pemimpin baru Indonesia. Akan tetapi jika kalah, posisinya sebagai Ketua Umum Gerindra tetap diteruskan. Selain seorang politisi, Prabowo juga pengusaha besar. Beliau sudah pasti bakal melakoni keduanya.

Kita jeda di sini sejenak. Intinya untuk ketiga tokoh di atas, menghadapi putusan majelis hakim besok tidak membuat mereka masuk dalam situasi sulit atau dilematis. Yang berada di situasi itu adalah Sandiaga. Mengapa?

Keempat, kalau Sandiaga menang, tentu bersama Prabowo, beliau akan mengambil alih tongkat estafet sebagai wakil presiden dari Jusuf Kalla. Entah 'nyambi' tetap jadi pengusaha, itu urusan beliau.

Namun kalau kalah, inilah yang jadi persoalan bagi Sandiaga. Betul bahwa profesi beliau sebagai pengusaha bakal kembali dijalankan. Beliau juga merupakan seorang pengusaha besar. Persoalannya adalah ketika dinyatakan kalah dalam Pilpres 2019, apakah beliau masuk lagi jadi kader partai politik?

Atau mungkin Sandiaga digandeng Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai salah seorang menteri? Rasanya sulit. Sila baca di sini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2