Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis

You can teach a turkey to climb a tree, but it's easier to hire a squirrel to do it. - Lyle Spencer

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Menunggu Sikap SBY Jelang Pengumuman KPU

20 Mei 2019   20:00 Diperbarui: 20 Mei 2019   20:11 0 1 0 Mohon Tunggu...
Menunggu Sikap SBY Jelang Pengumuman KPU
Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gambar: merdeka.com

Menjelang pengumuman hasil final perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang rencananya akan dilakukan pada 22 Mei, koalisi pemenangan Prabowo-Sandiaga sepertinya semakin tidak solid. Prinsip mereka yang pernah terbangun terlihat sudah mulai teracak-acak, disebabkan perbedaan prinsip dan pendapat, terutama dalam menyikapi gambaran sementara hasil Pilpres.

Salah satu partai yang beda pandangan di antara beberapa partai anggota koalisi Prabowo-Sandiaga adalah Partai Demokrat. Partai ini memang dari awal sempat dinilai oleh rekan-rekan seperjuangannya sedang bermain "dua kaki", satu sisi berada di kubu Prabowo-Sandiaga, dan di sisi lain dianggap lebih condong ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Setiap kali mendengar penilaian negatif di atas, Partai Demokrat selalu menegaskan bahwa sikap mereka tidak pernah berubah, tetap akan berjuang bersama Prabowo-Sandiaga hingga akhir proses pemilu. Namun apa pun yang disampaikan Partai Demokrat, ternyata dianggap tidak memuaskan. Bahkan dari hari ke hari, status Partai Demokrat di tubuh koalisi terus dipertanyakan.

Tidak hanya itu, kini Partai Demokrat diserang habis. Tidak berhenti menyerang partai, urusan pribadi dan keluarga sang ketua umum, SBY pun diulik dan dipermasalahkan. Terakhir, kondisi sakit Ibu Ani (SBY) disebut hanya semacam kepura-puraan. Ibu Ani tidaklah sakit, kira-kira begitulah anggapan para penyerang itu.

Pertanyaannya, apakah maksudnya bahwa keberadaan SBY di Singapura merupakan trik beliau untuk menghindar dari tugasnya? Wah, sungguh tega. Padahal mayoritas publik tahu, Ibu Ani benar sakit adanya, dan mau tidak mau, SBY sebagai suami harus ikut mendampingi isterinya. Jadi bukan karena ada niat buruk untuk menggagalkan kerja koalisi Prabowo-Sandiaga.

Karena serangan yang bersifat pribadi itulah sampai Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat meradang. Penyerang pribadi Ibu Ani diketahui oleh Ferdinand yaitu buzzer "setan gundul". Ferdinand bahkan mengancam keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga, serta akan mengajak partainya untuk melakukan hal serupa.

"Saya menemukan bully-an yang sangat tidak berperikemanusiaan dari buzzer setan gundul yang mengolok Ibunda Ani yang sedang sakit. Sikap itu sangat brutal. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya, Ferdinand Hutahaean, saat ini menyatakan berhenti mendukung Prabowo-Sandi," tulis Ferdinand di akun Twitter pribadinya.

Ternyata bukan hanya Ferdinand yang tersinggung atas ulah buzzer tersebut, salah seorang anggota BPN Prabowo-Sandiaga yang juga Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon merasa tidak nyaman. Jansen juga mengikuti langkah Ferdinand, yaitu mundur dari barisan pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Jadi tuduhan Ibu Ani pura-pura sakit atau merekayasa dirinya pura-pura sakit itu benar benar menurut kami biadab. Politik itu memang keras, tapi kan tidak harus mencabut jiwa kemanusiaan kita. Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik-baik mundur dari barisan Pak Prabowo ini. Karena begini-begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," kata Jansen.

Baik Ferdinand maupun Jansen sama-sama telah bersikap, mereka mundur dari koalisi Prabowo-Sandiaga, dan mereka akan segera membawa persoalan itu ke pembahasan internal Partai Demokrat. Dan bukan tidak mungkin kemudian, akan ada beberapa lagi kader Partai Demokrat yang akan mengikuti jejak mereka. Keputusannya ada di tangan Partai Demokrat, meski masa berakhirnya status koalisi tinggal menunggu hari saja.

Kader Partai Demokrat tersinggung dan meradang, apakah SBY juga ikut naik pitam karena isterinya dituduh pura-pura sakit?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2