Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis

You can teach a turkey to climb a tree, but it's easier to hire a squirrel to do it. - Lyle Spencer

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Terkait Tarif Tiket Pesawat, Maskapai Tidak Boleh Egois

17 Mei 2019   17:40 Diperbarui: 17 Mei 2019   17:46 0 0 0 Mohon Tunggu...
Terkait Tarif Tiket Pesawat, Maskapai Tidak Boleh Egois
Gambar: liputan6.com

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja menetapkan kebijakan baru terkait Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan keluhan banyak warga, di mana tarif tiket pesawat selama ini dinilai terlalu mahal. Diketahui bahwa kenaikan tarif tiket pesawat yang terbilang drastis itu sudah berlangsung lama, sejak lima bulan lalu.

Lewat kebijakan terbarunya, Kemenhub telah menurunkan TBA pesawat sebanyak 12-16 persen. Penurunannya tertuang dalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Kemenhub memastikan implementasinya berlaku efektif paling lambat 18 Mei 2019.

Apakah benar terjadi perubahan tarif yang signifikan? Ternyata tidak, penurunan tarif berkisar puluhan hingga dua ratusan ribu rupiah saja, dan sepertinya belum semua maskapai menerapkannya. Bahkan pihak maskapai cenderung memilih angka paling tinggi dari TBA.

Harus dipahami, kebijakan Kemenhub sebenarnya dapat dianggap terlambat, karena baru dibuat sudah memasuki musim libur Lebaran, jadi penyesuaian tarif akan terasa sulit dilakukan.

Pihak maskapai tentu beralasan bahwa kenaikan tarif di momen liburan merupakan sesuatu hal yang wajar. Padahal, kenaikan tarif sebenarnya sudah berlangsung lama, yaitu hampir setengah tahun.

Hal lain lagi adalah, pada keputusan Kemenhub tidak disebutkan sampai kapan penurunan TBA yang 12-16 persen berlaku. Sepertinya paling hanya sampai akhir liburan. 

Sekali lagi, kebijakan terbaru karena terdesak oleh Kemenhub ini tidak didesain untuk jangka panjang. Untuk lebih jelas, sila cek sendiri daftar TBA baru yang sudah tersebar di berbagai media.

Sedikit menengok ke belakang, salah satu penyebab naiknya tarif tiket pesawat yakni meningkatnya pengeluaran operasional penerbangan, demikian pengakuan pihak maskapai yang akhirnya diafirmasi pula oleh Kemenhub.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan kondisi sulit keuangan maskapai, solusi satu-satunya hanya menaikkan tarif? Dan kalau pun hal itu terpaksa dilakukan, bukankah penyesuaiannya mesti dilakukan tahap demi tahap?

Publik berharap langkah-langkah yang diambil pihak maskapai turut mempertimbangkan banyak hal, misalnya keadaan ekonomi warga, keberlangsungan bisnis di sektor lain, dan sebagainya.

Wajib disadari, naiknya tarif tiket pesawat tidak cuma menguras kantong para penumpang, namun juga mengancam kehidupan banyak usaha. Misalnya, usaha distribusi barang, akomodasi dan penginapan (restoran dan hotel), wahana rekreasi dan wisata, serta jenis usaha lainnya yang turut terdampak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2