Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Anak | Suami | Ayah

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Prabowo Masih Mungkin Menang

16 Mei 2019   14:50 Diperbarui: 16 Mei 2019   14:57 0 3 2 Mohon Tunggu...
Prabowo Masih Mungkin Menang
Pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Sandiaga (Gambar: jawapos.com)

Apakah Pemilu 2019 sudah selesai? Jawabannya adalah belum, karena proses penghitungan suara sedang berlangsung dan masih bagian dari rangkaian kegiatan pemilu.

Bahkan setelah pengumuman hasil final dari KPU pada 22 Mei mendatang pun, kalau ternyata ditemukan ada persoalan, kegiatan pemilu bisa berlanjut lagi. Maksudnya di sini bukan gelaran pemungutan suara ulang, tapi persidangan kasus-kasus pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menjelang pengumuman final dari KPU, sepertinya situasi politik semakin memanas. Harapan bahwa usai pencoblosan bisa kembali stabil malah meningkat. Patut dimaklumi, namanya menunggu hasil perjuangan itu memang justru lebih menegangkan.

Satu hal yang ikut menambah panasnya situasi politik yaitu adanya deklarasi penolakan terhadap hasil pemilu. Dan harus disebutkan di sini, pihak yang menolak itu adalah kubu Prabowo-Sandiaga, capres-cawapres nomor urut 02. Mereka ingin agar proses pemilu dinyatakan batal karena dinilai terdapat kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur.

Di samping menolak hasil pemilu, kubu Prabowo-Sandiaga meminta KPU mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak hanya itu, mereka juga 'memaksa" agar klaim kemenangan versi mereka diakui seluruh warga.

Dari ketiga tuntutan kubu Prabowo-Sandiaga di atas, kiranya tak satu pun yang logis diterima, apalagi dikabulkan.

Harus dipahami bahwa beragam aksi dari kubu Prabowo-Sandiaga timbul karena sudah mendekat pengumuman hasil final KPU. Dan dapat dipastikan, karena memang sudah tergambar, pemenang Pilpres 2019 yakni pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Oleh sebab itu, sangat tidak mungkin Prabowo-Sandiaga memenangkan pertarungan. Dari hasil penghitungan suara ter-update KPU, suara yang diperoleh Prabowo-Sandiaga jauh di bawah jumlah yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf Amin, terpaut belasan juta suara.

Kalau pun misalnya ada kasus kecurangan dalam peroleh suara, jumlahnya pasti tidak akan sebanyak selisih suara di antara dua pasangan capres-cawapres. Artinya kasus tersebut tidak bakal menggagalkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Prabowo-Sandiaga boleh saja menghabiskan energi, waktu dan materi untuk bermanuver, tapi kelihatannnya akan berakhir sia-sia. Inisiasi "people power" pun sekarang mulai meredup, dan memang hal itu tidak mungkin terjadi.

Negara tidak akan pernah tunduk pada tekanan sekelompok orang yang hanya mau memperjuangkan kepentingan pribadi tertentu dan kekuasaan yang ingin diraihnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2