Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Anak | Suami | Ayah

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Tolak Hasil Pemilu, Prabowo Mau Diskualifikasi Diri Sendiri?

15 Mei 2019   14:57 Diperbarui: 15 Mei 2019   16:12 0 0 0 Mohon Tunggu...
Tolak Hasil Pemilu, Prabowo Mau Diskualifikasi Diri Sendiri?
Prabowo Subianto Menolak Hasil Pemilu 2019 (Gambar: tribunnews.com)

Pemilu 2019 (Pilpres dan Pileg) telah usai dan pengumuman hasil finalnya akan disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang. Artinya kurang lebih seminggu lagi seluruh rakyat Indonesia akan segera mengetahui siapa saja yang akhirnya terpilih sebagai pemimpinnya dan para wakilnya di parlemen (pusat dan daerah).

Sekali lagi, karena penyelenggara resmi pesta demokrasi adalah KPU, maka yang berhak menyampaikan hasilnya juga KPU, bukan organisasi atau lembaga lain.

Kalau ada pihak tertentu yang merasa sudah mengetahui gambaran akhir pengumuman dari KPU, hal itu tidak masalah, selama masih dalam taraf wajar dan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Kita tahu bahwa yang menjadi perbincangan hangat di publik belakangan ini adalah terkait hasil Pilpres. Meskipun persoalan Pileg juga ada, namun frekuensinya tidak seramai Pilpres.

Seakan kisah Pilpres 2014 silam terulang, aksi penolakan hasil Pemilu kembali terjadi. Satu di antara dua kubu pemenangan pasangan capres-cawapres telah bersikap, mereka menyatakan secara terang-terangan tidak akan menerima hasil Pemilu 2019.

Kubu pemenangan pasangan mana yang dimaksud? Ya kubu pemenangan Prabowo-Sandiaga. Keterulangan kisahnya yaitu bahwa aksi serupa pernah terjadi pada Pilpres 2014, di mana capres-cawapresnya Prabowo-Hatta Rajasa.

Alasan kubu pemenangan Prabowo-Sandiaga (BPN) kali ini persis sama dengan kubu pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa (di Pilpres 2014), yakni mereka mengaku telah menemukan kecurangan yang sistematis, terstruktur dan masif pada Pilpres 2019. Kecurangannya disebut mulai dari masa kampanye hingga proses rekapitulasi suara yang sekarang sedang berjalan.

Mewakili kubu pemenangannya, kemarin (Selasa, 14/5/2019), Prabowo mengatakan menolak hasil penghitungan suara dari KPU.

"Saya akan menolak hasil penghitungan suara, hasil penghitungan yang curang," tegas Prabowo.

Prabowo dan kubunya menolak hasil kerja KPU, tapi kok ngotot agar klaim sepihaknya diterima publik? Apakah maksudnya penyelenggara Pemilu itu BPN dan bukan KPU?

Bagaimana mungkin mereka berani mengklaim sedangkan proses penghitungan suara saja masih berlangsung? Mereka mendapat data dari mana dan bagaimana caranya diolah?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2