Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Anak | Suami | Ayah

Selanjutnya

Tutup

Politik

Misi BPN Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah Berakhir Tragis!

12 Mei 2019   18:05 Diperbarui: 13 Mei 2019   16:30 0 5 2 Mohon Tunggu...
Misi BPN Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah Berakhir Tragis!
Sandiaga Uno dan Beberapa Anggota BPN (Gambar: liputan6.com)

Masih ingat misi terbesar pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang memindahkan kantor pusatnya di Jawa Tengah beberapa bulan yang lalu? Ya, misinya adalah untuk 'mengobrak-abrik' pengaruh Joko Widodo (Jokowi) di sana, sekaligus merebut suara "Kawanan Banteng".

Tidak tanggung-tanggung, pusat pertahanan Prabowo-Sandiaga tersebut sengaja ditempatkan berdekatan dengan rumah pribadi Jokowi, yakni hanya berjarak 200 meter. Persis letaknya berada di Jalan Letjend Soeprapto No. 53A, Kampung Sumber, RT 03/ RW 08, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Tepat lima bulan lalu, salah seorang juru bicara Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menuturkan bahwa tujuan pemindahan markas yaitu untuk memecah potensi suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Memang Jateng sangat penting bagi kami. Kita tahu, semua di sana 'Kandang Banteng'. Di sana peta politiknya basis PDIP. Jadi itu betul sekali (strategi pecah suara). Kami pastikan bisa mendekati (perolehan suara) Pak Jokowi, tidak berharap menang atau unggul di Jateng tapi target 35-40 persen sudah membuktikan bahwa Prabowo-Sandi akan menang," ujar Ferdinand (11/12/2018).

Posko BPN Prabowo-Sandiaga di Solo (Gambar: tribunnews.com)
Posko BPN Prabowo-Sandiaga di Solo (Gambar: tribunnews.com)
Mendukung pengakuan Ferdinand, anggota BPN, Sodik Mudhajid mengingatkan agar pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tidak gugup menghadapi manuver BPN.

"Jadi tidak usah gugup dan panik jika kandangnya akan dimasuki lawan. Mari bermain dengan cantik dan beradab," ujar Sodik (14/12/2018).

Menanggapi aksi BPN, Direktur Program TKN, Aria Bima menyampaikan bahwa kehadiran BPN di Jawa Tengah tidak akan mempengaruhi penurunan suara terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya kira tidak terlalu berpengaruh, bahkan mau pindah ke bulan pun juga tidak terlalu ada masalah karena eranya sudah era teknologi," kata Aria Bima (13/12/2018).

Pilpres 2019 telah usai, lalu bagaimana hasil ekspansi BPN di Jawa Tengah, apakah berhasil sesuai target? Apakah mereka sukses merebut suara mayoritas?

Kemarin (Sabtu, 11/05/2019), penghitungan suara capres-cawapres tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah selesai dilakukan. Hasilnya adalah BPN Prabowo-Sandiaga keok dan tak berdaya. Pasangan Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 22,7 persen suara. Artinya jauh dari perkiraan Ferdinand Hutahaean yang sebesar 35-40 persen suara.

Sedangkan suara yang diperoleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 77,3 persen dari total 21.769.958 suara. Masing-masing suara yang didapatkan oleh dua pasangan calon, antara lain 16.825.511 (Jokowi-Ma'ruf Amin) dan 4.944.447 (Prabowo-Sandiaga). Selisih suaranya cukup jauh, bukan? Tragis!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2