Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis

You can teach a turkey to climb a tree, but it's easier to hire a squirrel to do it. - Lyle Spencer

Selanjutnya

Tutup

Hukum

"Kotak Pandora" Dibuka, Siapa Menyusul Rommy?

18 Maret 2019   22:13 Diperbarui: 19 Maret 2019   00:52 0 1 1 Mohon Tunggu...
"Kotak Pandora" Dibuka, Siapa Menyusul Rommy?
Romahurmuziy, tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Gambar: kompas.com)

Sepertinya langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap lebih dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan yang membelit mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Rommy) serta dua pejabat Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin (Kepala Kantor Kemenag Jawa Timur) dan Muafaq Wirahadi (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik) terus berlanjut.

Berdasarkan informasi yang telah beredar di publik, ketiga orang di atas disebut terlibat "kongkalikong" terkait pemulusan seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Rommy dianggap berencana menggunakan pengaruhnya untuk mempertahankan status jabatan bagi Haris dan Muafaq. Ketiganya pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Romahurmuziy dikawal penyidik usai OTT di Sidoarjo tiba di Gedung KPK (Gambar: suara.com)
Romahurmuziy dikawal penyidik usai OTT di Sidoarjo tiba di Gedung KPK (Gambar: suara.com)
Setelah memulai proses hukum terhadap ketiga orang di atas, KPK berjanji akan "mengendus" juga pihak-pihak lain yang berpotensi terlibat pada kasus tersebut.

"Tentang keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, pada kesempatan ini KPK masih berupaya untuk memperkaya semua informasi yang berhubungan dengan kasus ini. Karena kita tahu persis bahwa RMY itu kan tidak memiliki kewenangan untuk mengurus secara langsung yang berhubungan dengan itu jabatan-jabatan tertentu. Oleh karena itu tidak mungkin dikerjakan hanya sendiri," papar Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif saat konferensi pers di Jakarta (Sabtu, 16/03/2019).

Mendengar paparan Laode, secara implisit pihak lain yang dimaksud adalah Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan mungkin beberapa pejabat penting lainnya.

Janji KPK untuk meneruskan pengendusan lebih lanjut pun terlaksana hari ini (Senin, 18/03/2019). Ruangan Menteri Agama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama digeledah KPK.

Sejumlah penyidik KPK membawa barang bukti hasil penggeledahan (dalam koper) dari ruangan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Gambar: beritasatu.com)
Sejumlah penyidik KPK membawa barang bukti hasil penggeledahan (dalam koper) dari ruangan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Gambar: beritasatu.com)
Mengapa ruangan dari tiga pejabat Kementerian Agama tersebut menjadi target penting dan utama pengendusan?

Ya karena tiga pejabat tersebutlah yang paling punya wewenang dalam menentukan kebijakan terkait seleksi atau pun rotasi jabatan strategis di Kementerian Agama.

Dari hasil penggeledahan, KPK berhasil menyita sejumlah uang dalam pecahan Rupiah dan Dollar Amerika Serikat (AS). Dalam pecahan Rupiah, sementera nilainya  diperkirakan mencapai Rp100 juta lebih. Sedangkan untuk pecahan Dollar AS masih dalam proses penghitungan.

"Dari ruangan Menteri Agama termasuk juga disita, dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dollar Amerika dengan nilai ratusan juta rupiah. Tapi detailnya tentu akan di-update lebih lanjut," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Tidak hanya uang, ada pula sejumlah dokumen penting yang disita KPK untuk dipelajari lebih dalam. Tentu publik akan terus menunggu informasi lanjutan dari KPK ini agar semakin terang-benderang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2