Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis

You can teach a turkey to climb a tree, but it's easier to hire a squirrel to do it. - Lyle Spencer

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Pak Jokowi, Bapak Telah Berhasil Mematahkan Keraguan Saya!

14 Januari 2019   19:04 Diperbarui: 14 Januari 2019   19:33 0 6 2 Mohon Tunggu...
Pak Jokowi, Bapak Telah Berhasil Mematahkan Keraguan Saya!
Sumber gambar: Biro Pers Sekretariat Presiden

Jujur, ketika Pak Jokowi dilantik jadi presiden, saya ragu dengan beliau. Saya kuatir masa depan Indonesia di bawah pemerintahannya, setidaknya sepanjang lima tahun beliau memimpin. Saya tidak yakin beliau bisa memimpin negara sebesar Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265 juta jiwa.

Keraguan saya bahkan lebih daripada itu. Saya pernah memperkirakan, pemerintahan beliau tidak akan bertahan lama. Tidak akan selesai sampai lima tahun. Saya mengira beliau akan segera meletakkan jabatan presiden dalam waktu cepat. Dan saya pun berharap hal itu bisa terjadi tanpa menunggu lama.

Saya memperkirakan, beliau akan menjadi presiden dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah pemerintahan di Indonesia. Setelah beliau, saya berharap Pak Jusuf Kalla yang meneruskan kepemimpinan. Saya menilai Pak Jusuf Kalla akan lebih mampu dibanding Pak Jokowi karena pernah menduduki jabatan sebagai wakil presiden.

Keraguan ini sesungguhnya berawal ketika PDI Perjuangan, di mana pada 14 Maret 2014, lewat kebijakan ketua umum, Megawati Soekarnoputri, memutuskan untuk mengusung Pak Jokowi menjadi calon presiden di Pemilu 2014. Saya sampai heran dan sedikit marah kepada partai yang tiga hari lalu berusia 46 tahun tersebut.

Bagaimana mungkin partai tiga besar dan punya pengalaman panjang bertindak ceroboh? PDI Perjuangan masih punya banyak stok calon pemimpin kompeten yang lebih layak daripada Pak Jokowi. Di jajaran kepengurusan partai, masih ada Bu Mega. Bu Mega berpengalaman sebagai mantan wakil presiden dan juga presiden. Pak Jokowi apa? Beliau cuma kader partai level daerah.

Mengapa saya sampai "menolak" Pak Jokowi jadi calon presiden?

Tampaknya bukan cuma saya. Mungkin ada jutaan rakyat Indonesia yang melakukan hal yang sama pada waktu itu. Apalagi warga Jakarta. Mereka tentunya kecewa dan marah. Gubernur mereka yang masih seumur jagung masa jabatannya sudah bernafsu mau memimpin negara. Kalau tidak salah, Pak Jokowi menjabat sebagai gubernur baru 1 tahun 5 bulan. Dan ketika menerima mandat dari partainya, Pak Jokowi beralasan bahwa beliau akan membangun ibukota dari Medan Merdeka Utara. Terkesan terlalu percaya diri.

Kembali ke alasan saya, yang barangkali mewakili alasan sebagian besar warga ketika itu.

Menurut penilaian saya, Pak Jokowi belum layak memimpin Indonesia. Beliau baru berpengalaman sebagai kepala daerah, antara lain sebagai walikota Solo dua periode serta gubernur Jakarta yang ingin beliau tinggalkan. Masa dan bukti kepemimpinannya di ibukota belum memuaskan harapan warga. Sebagai warga Jakarta yang punya hak pilih, sebanyak dua putaran di Pilkada 2012, saya konsisten memilih beliau yang berpasangan dengan Pak Ahok. Dan saya ingin sekali menyaksikan hebatnya beliau dibanding gubernur-gubernur sebelumnya.

Alasan saya di atas masuk akal, bukan? Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Pilpres 2014 berlangsung, dan bersama Pak Jusuf Kalla, Pak Jokowi memenangkan pertarungan. Tepat pada 20 Oktober 2014, mereka berdua dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pak Prabowo, rival berat di medan laga ikut menyaksikan peristiwa bersejarah itu.

Kini, Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla sudah akan mengakhiri masa jabatan. Kurang lebih sembilan bulan lagi, periode kepemimpinan mereka akan tergenapi. Perkiraan buruk saya sebelumnya berhasil mereka patahkan. Sekadar diketahui, walau pun saya pernah tidak rela Pak Jokowi meninggalkan ibukota, nyatanya saya juga ikut memilih beliau pada 9 Juli 2014 yang lalu bersama 53,15 persen rakyat Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN