Agung Budi Santoso
Agung Budi Santoso karyawan swasta

Engineering consultant, freelance writer, and traveler. Pemilik blog di https://takeandshare.wordpress.com/ dan Belajar nulis fiksi di https://www.wattpad.com/user/bubud75/

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Reporter Amatir Menuju ke Reporter Profesional

7 Desember 2017   12:48 Diperbarui: 8 Desember 2017   03:32 564 4 2
Reporter Amatir Menuju ke Reporter Profesional
https://cdn2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/presenter-kompas-tv_20160512_002351.jpg



  • Apa sih reporter itu ?

Menurut Wikipedia reporter adalah salah satu jenis jabatan kewartawanan yang bertugas melakukan peliputan berita (news gathering) di lapangan dan melaporkannya ke pada publik, baik dalam bentuk tulisan untuk media cetak atau dalam situs berita di internet, atau pun secara lisan, bila laporannya disampaikan melalui media elektronik radio atau televisi. Hasil kerja reporter, baik merupakan naskah tulisan ataupun lisan, umumnya harus melalui penyuntingan redaktur atau produserberita sebelum bisa disiarkan kepada publik.

Nah, hal ini juga serupa dengan Kompasiana. Semua bentuk artikel yang akan di-posting di Kompasiana juga harus sesuai dengan term and condition Kompasiana. Ada beberapa admin yang bertugas untuk menyunting artikel atau tulisan. Kadang seorang reporter sering disalahtafsirkan dengan wartawan dan jurnalis. Mengapa ? Karena wartawan adalah sejenis jurnalis yang mengadakan riset dan menampilkan informasi dalam jenis media massa tertentu. Ada wartawan media elektronik maupun wartawan media cetak.

Seorang reporter biasanya memiliki gelar akademik. Ketika menyewa reporter, editor biasanya mempertimbangkan pekerjaaan sebelumnya, meskipun pekerjaan tersebut hanya ditulis untuk sebuah koran pelajar atau sebagai bagian dari internship.

Satu konsepsi umum yang salah adalah wartawan koran menulis berita tajuk utama untuk artikel mereka, namun biasanya yang menulis adalah copy editor.

Meskipun pekerjaan mereka dapat membuat mereka sebagai celebrities kecil, namun kebanyakan reporter hanya mendapatkan gaji yang rendah. Di Amerika Serikat lulusan kolese yang baru lulus umumnya mendapat US$ 20.000 per tahun atau kurang. Namun itu standard gaji di Amerika Serikat. Nilai US$ 20.000 per tahun, jika dirupiahkan bisa mendapat gaji sekitar IDR 260.000.000,00 per tahun. Bagaimana penghasilan seorang reporter di Indonesia ? Adakah IDR 15.000.000,00 per bulan ?

  • Apa perbedaan amatir dan professional

Masih berdasarkan definisi dari Wikipedia, profesional adalah istilah bagi seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang

.

Karyawan profesional adalah seorang karyawan yang digaji dan melaksanakan tugas sesuai juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk Teknis) yang dibebankan kepada dia. Sangat wajar jika dia mengerjakan tugas di luar Juklak dan Juknis dan meminta upah atas pekerjaannya tersebut. Karena profesional adalah terkait dengan pendapatan, tidak hanya terkait dengan keahlian.

Nah, bagaimana penghasilan reporter amatir dan professional di Indonesia ? Apakah sama dengan yang ada di Amerika Serikat ? Silakan konfirmasi saja dengan para pakar dan wartawan yang tergabung dalam asosiasi PWI atau AJI.

  • Apa saja skill untuk menjadi reporter professional ?

Kriteria utama dari seorang reporter profesional adalah sebagai berikut:

-Memiliki pengetahuan yang cukup dan pakar di bidang tertentu.

-Memiliki kemampuan berbahasa asing adalah sebagai nilai tambah.

-Memiliki kemampuan di bidang kepenulisan serta cakap dalam menggunakan  alat bagi reporter dan terkhusus mengenai bidang tempat orang tersebut berkarya secara  profesional.

-Mampu bekerja secara tim maupun individu.

-Memiliki mental yang kuat serta bisa bekerja di dalam lingkungan yang serba mobile.

-Fast learner dan mudah beradaptasi.

-Seorang insan yang kreatif dan tidak mudah menyerah.


Mungkin kriteria di atas sangat diperlukan jika Anda berkeinginan menjadi reporter yang professional. Jika hanya ingin menjadi reporter amatir ya ketujuh kriteria tersebut tidak perlu Anda penuhi semuanya. Reporter amatir kan hanya sekedar hobi menulis dan tulisannya dibagikan untuk kepentingan non-profit,supaya bisa dibaca oleh khalayak umum.

  • Alur mencari sumber berita yang layak tayang

Diagram alir mencari sumber berita (foto: dok.pri)
Diagram alir mencari sumber berita (foto: dok.pri)


Gambar di atas adalah skema atau diagram alir bagaimana mencari sumber berita yang layak tayang. Data dan fakta adalah hasil eksplorasi dan riset para reporter. Lalu ketika kita sudah sampai di lokasi apa langkah selanjutnya ? Langkah berikutnya adalah mewawancarai tokoh kunci atau panitia pelaksana atau nara sumber sebagai sumber informasi. Sebagai contoh :

Ingin wawancara dengan siapa ?

Jika ingin meliput berita, maka carilah Panitia Pelaksana. Lalu tanya siapa saja yang bakal hadir. Wawancara dengan tokoh penting yang ada di acara itu. Apa tanggapan mereka tentang kegiatan itu. Lalu mulailah menulis berita. Bila perlu ambil foto kegiatan dan rekam pembicaraan Anda dengan tokoh penting tersebut.

Sebuah reportase tidak boleh melibatkan opini penulis. Maka tulis saja opini dari para peserta dan panitia pelaksana serta tokoh yang hadir pada peristiwa itu. Sebagai contoh :

  1. Mengapa perlu ada kegiatan seperti itu ?
  2. Bagaimana merancang kegiatan seperti itu ?
  3. Di mana kegiatan itu dilaksanakan ?
  4. Kapan saja kegiatan itu dilaksanakan  ?
  5. Apa nama kegiatan itu dan apa maksudnya ?
  6. Siapa saja peserta yang hadir di kegiatan itu ?

Jadi di sini posisi reporter adalah netral. Menulis sebuah reportase berbeda dengan menulis artikel opini. Artikel opini adalah pendapat obyektif dari penulis yang dipublikasikan ke media massa. Bagaimana ? Tertarik menjadi reporter ? Atau sekedar ingin menjadi penulis artikel opini ? Jawabnya adalah terserah Anda. Selamat menulis di Kompasiana. Terima kasih. Salam hangat.


Bahan referensi :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Reporter diakses 7 Desember 2017
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Amatir diakses 7 Desember 2017
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Profesional diakses 7 Desember 2017
  4. Kuncoro, Mudrajad (2009). Mahir Menulis, Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi Buku. Jakarta. Penerbit Erlangga.