Taufik Mahlan
Taufik Mahlan profesional

64 th.\r\n

Selanjutnya

Tutup

Energi

LNG untuk Konsumsi Domestik

9 Februari 2018   22:27 Diperbarui: 10 Februari 2018   05:51 582 0 0

Apakah  LNG itu?

LNG adalah singkatan dari Liquefied Natural Gas, atau gas bumi (gas alam) yang dicairkan. Komponen utamanya adalah metana (methane, CH4).

Selain dari perut bumi, metana juga dihasilkan oleh sistem pencernaan dan fermentasi sampah.

Metana merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dari karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu metana tidak dianjurkan untuk dilepas ke udara begitu saja, tetapi harus dibakar, sehingga berubah menjadi CO2 dan air.

Metana memiliki titik embun -162 derajat Celcius. Sehingga mencairkan metana dilakukan dengan mendinginkannya sampai titik ini. Metana akan mencair pada tekanan satu atmosfir, dan volumenya menyusut 600 kali (600 liter gas metana pada kondisi ambien, bila didinginkan sampai -162oC akan berubah fasanya menjadi cair dan volumenya menyusut menjadi tinggal 1 liter. Inilah LNG). Tekanan atmosferik dan volume yang ringkas menyebabkan transportasi LNG menjadi efisien.

Gas yang baru keluar dari perut bumi, atau hasil fermentasi sampah, komposisinya beragam, tidak hanya metana. Zat-zat lain itu selain ada yang tidak bersifat bahan bakar, ada pula yang bila dibakar akan menimbulkan racun. Ada pula yang membeku sebelum -162 oC. Oleh karena itu, sebelum gas bumi di-LNG-kan, komposisi gas harus dibersihkan dari komponen-komponen tak berguna, atau berbahaya, atau yang akan menganggu proses  pencairan metana.

Hasilnya, LNG merupakan zat yang bersih, siap diangkut untuk digunakan baik sebagai bahan bakar maupun bahan baku.

Penyimpanan dan Pengangkutan  LNG.

Karena suhunya yang sangat rendah, wadah LNG harus mampu menahan arus panas dari luar. Oleh karena itu wadah LNG harus merupakan termos, berdinding rangkap, dengan zat isolator panas atau vakum atau keduanya diantara dua dindingnya. Selain itu dinding yang bersentuhan langsung dengan LNG juga harus tahan suhu LNG, biasanya stainless steel.

Wadah LNG dapat diintegrasikan pada kendaraan pengangkutnya. Bila diintegrasikan pada kapal, maka kita mendapatkan tangker LNG. Bila diintegrasikan dengan truk, jadilah truk pengangkut LNG. Bila tangki difabrikasi sesuai dengan spesifikasi container, kita dapatkan ISO Tank.

Wadah atau sistem angkutan untuk nitrogen cair (LN2) dapat digunakan untuk LNG. Nitrogen mencair pada suhu yang lebih rendah, yakni -195 oC.

Penggunaan LNG.

Pada umumnya LNG digunakan sebagai bahan bakar. LNG sendiri, karena fasanya cair, tidak dapat digunakan langsung. Zat cair tidak dapat terbakar. Yang dapat terbakar adalah gas.

Oleh karena itu LNG harus dikembalikan terlebih dahulu kepada fasa gas sebelum digunakan sebagai bahan bakar.

Di tempat pengguna, apakah itu pabrik, hotel, atau kendaraan, ada alat yang disebut vapourizer, yang mengembalikan LNG ke gas (regasifikasi). Setelah alat ini gas dapat dinyalakan, baik pada tungku maupun motor bakar.

LNG adalah 100% produk lokal.

Kebutuhan BBM sudah lama harus dicukupi dengan impor. Begitu pula Elpiji (LPG: Liquifie Petroleum Gas).

LNG adalah produk 100% lokal, yang sampai sekarang hampir seluruhnya diekspor.

Pengguna LNG terbesar di Indonesia saat ini adalah PLN, yakni pembangkit listrik Muara Karang. Disusul oleh pembangkit listrik Pesanggaran di Bali. Konon PLN sedang merencanakan sejumlah pembangkit listrik dengan bahan bakar LNG di seluruh Indonesia.

Beberapa rumah sakit dan hotel di Balikpapan dan Bandung juga sudah menggunakan LNG, tetapi persentasenya bila dibandingkan dengan ekspor masih sangat dekat dengan nol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3