Mohon tunggu...
Triyono
Triyono Mohon Tunggu... Guru - Misio Dei, Penulis Lembar Uji Kompetensi Kurikulum 2013, Pendidikan Agama Kristen SD Kelas 2 & 4, BPK Gunung Mulia Jakarta

Menjadi murid sepanjang hidup

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Coram Deo Sebuah Warisan

28 November 2022   14:09 Diperbarui: 28 November 2022   14:13 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri.Coram Deo dalam ruang kelas.

Tiga kenangan catatan kecil dosenku.

Setiap kali mengembalikan tugas-tugas kuliah di Seminari, saya selalu memperhatikan catatan-catatan kecilnya. Dalam benak  saya,  pasti itu adalah hal yang penting agar saya perhatikan. 

Catatan itu bukan soal revisi penggunaan tanda baca  (titik, koma), tetapi menyangkut memberikan komentar-komentar, ide dan pemikiran untuk memperkaya kedalaman makna dan relevansinya dalam konteks masa kini.

Dalam catatan akhir selalu menuliskan penghargaan  " kerja yang baik". Memberikan motivasi  " jangan berhenti belajar ". Diakhiri pengharapan  "Coram Deo".

Coram Deo menjadi sebuah warisan kehidupan.

Ketika dosenku masih hidup, saya tidak terlalu memperhatikan kata-kata itu karena  perhatian saya hanya pada  nilai tugas misalnya A  atau B . Sebatas itu. Setelah beberapa waktu lalu dosenku itu telah "di panggil Tuhan ". 

Setelah itu saya baru memikirkan apa artinya Coram Deo dan mencoba menggali lebih dalam makna kata itu. Saya baru menyadari "Coram Deo" menjadi sebuah warisan motivasi dan pengharapan kehidupan.

Apa artinya Coram Deo ?

Coram Deo berasal dari Bahasa Latin yang artinya adalah: di hadapan Allah. Dari sebuah sumber Alkitab versi Vulgata, mencatat 28 kata coram Deo misalnya dalam Kitab Kejadian . 6:11; 1Tawarikh 13:8, 10; Mazmur. 56:14; Lukas. 24:19; Kisah Para Rasul. 8:21; Roma. 14;22 dan seterusnya.

Coram Deo menjadi sebuah peristiwa bukan karena kebaikan dan usaha manusia tetapi suatu inisiatif Tuhan yang menyatakan diriNya, memperkenalkan diriNya seperti dalam beberapa sumber Kitab Suci berikut ini:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun