Mohon tunggu...
Tri Widiayu Ningsih
Tri Widiayu Ningsih Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mahasiswa

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kecerdasan Buatan Membawa Banyak Manfaat, namun Potensi Dampak Buruk Perlu Ditangani

23 September 2022   11:13 Diperbarui: 23 September 2022   11:45 28 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (machine learning) dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah-masalah paling pelik dalam hidup kita, termasuk krisis iklim dan pandemi. Tapi teknologi juga berbahaya -- jika tidak digunakan secara tepat -- dapat melanggengkan ketidakadilan dan ketimpangan struktural.

Untuk mencegah bahaya ini, kita memerlukan kebijakan pengaturan data yang mampu memberdayakan perekonomian masyarakat sekaligus dan menjamin hak-haknya.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) beroperasi dengan rangkaian data (dataset) yang masif. Algoritma diprogram untuk mengenali pola-pola dari dataset ini. Pola-pola ini bisa digunakan untuk menghasilkan pemahaman baru serta memperkirakan perilaku maupun hasil.

AI dan machine learning kian marak digunakan untuk menggantikan keputusan manusia dengan keputusan otomatis yang mewakili manusia. Teknologi ini kerap dipakai di area yang dapat berdampak signifikan bagi kehidupan banyak orang, misalnya kredit atau akses masuk ke suatu negara.

Namun, semua proses terjadi di dalam suatu kotak hitam yang bahkan si pembuat algoritma mungkin tidak punya akses. Karena itu, penting untuk memastikan apa yang masuk ke dalam kotak tersebut.

Dataset dan aktivitas algoritma terbesar dihasilkan oleh jaringan-jaringan sosial global yang mengawasi segala tindak-tanduk kita di dunia maya. Dataset ini dapat digunakan untuk mengantisipasi dan mengarahkan kebutuhan dan keinginan kita.

Perusahaan teknologi besar, lembaga-lembaga multilateral, dan bank-bank penyedia hutang untuk negara miskin telah memanfaatkan potensi AI untuk kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional.

Teknologi ini semakin banyak digunakan untuk tujuan sosial dan ekonomi dan juga pembuatan kebijakan publik, perencanaan, dan penganggaran sumber daya. Penggunaannya juga termasuk untuk mengarahkan keputusan pengadilan, memilih pelamar kerja, dan menugaskan akademikus dalam sistem pendidikan.

Pandemi COVID-19 telah menunjukkan betapa berharganya data publik. Kombinasi penggunaan data publik dan privat juga amat berperan untuk mengatasi krisis kesehatan publik maupun bencana.

Meski demikian, kehawatiran terhadap penggunaan AI juga meningkat, terutama terkait persoalan ketimpangan kesempatan dan bahaya yang ditimbulkan.

Ancaman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan