Mohon tunggu...
Tri Sukmawati
Tri Sukmawati Mohon Tunggu...

Work Hard, Being Humble.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Jerawat dan Jenis-jenisnya

4 Mei 2016   13:40 Diperbarui: 14 Oktober 2017   16:05 0 1 2 Mohon Tunggu...
Jerawat dan Jenis-jenisnya
jerawat-dan-jenisnya-59e1d3407aafb27603187af2.jpg

Jerawat dibagi menjadi 2 macam, yaitu jerawat yang menyebabkan radang dan jerawat yg tidak menyebabkan radang. Sedangkan Komedo adalah pori-pori yang yang tersumbat, yang akan berkembang menjadi jerawat bila mengalami infeksi. Komedo berukuran mikro, bisa sembuh secara alami atau menjadi jerawat yang tidak menyebabkan radang. Komedo bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu;

  1. Komedo Terbuka (Blackheads): Muncul saat material yang ada di dalam pori-pori kulit terdorong keluar. Blackheads tidak hanya disebabkan oleh kotoran tapi juga oleh  bakteri dan pembentukan sel sel kulit mati.  Campuran sebum pada komedo terbuka teroksidasi oleh udara sehingga berubah warna menjadi gelap. Penampilan fisiknya sering ditandai dengan benjolan hitam atau kuning tua di kulit. Komedo terbuka biasanya muncul di hidung atau pantat. Jika tidak diobati komedo terbuka bisa berkembang menjadi besar dan memperbesar pori karena menyebar di permukaan kulit.
  2. Komedo Tertutup (Whiteheads): adalah bintik putih yang biasanya munculdi kulit berminyak. Jumlah campuran sebum yang terdapat dalam komedo tertutup sama dengan yang dimiliki komedo terbuka. Komedo tertutup tidak memiliki celah seperti yang dimiliki komedo terbuka, karena itu campuran sebum tidak terkena udara dan teroksidasi, shingga tetap berwarna putih atau kadang berwarna kekuningan. Komedo tertutup bisa muncul dimana saja dikulit. 

Komedo tertutup dan terbuka dapat melepaskan isi kelenjarnya ke permukaan kulit. Keduanya bisa sembuh dengan sendirinya atau dinding folikel bisa pecah dan menimbulkan peradangan. Pecahnya dinding folikel bisa disebabkan oleh hal yang enggak disengaja atau disengaja (sentuhan tangan).  Oleh karena itu jangan menyentuh jerawat ya..

Jenis Jenis Jerawat dan Klasifikasinya 

  • Jerawat Papula : Muncul ketika ada dinding kelenjar yang pecah, sel-sel darah putih masuk dan pori-pori mengalami radang. Papula  berbentuk benjolan merah tanpa puncak. Jika tidak diobati Papula bisa berubah menjadi Pustule.
  • Jerawat Pustule:  Muncul beberapa hrai kemudian ketika sel sel darah putih naik ke permukaan kulit. Pustule berbentuk benjolan merah dengan warna kekuningan atau putih dibagian tengah. Benjolan ini muncul akibat papula dibiarkan tanpa perawatan selama beberapa hari. Nah, inilah yang biasanya kita sebut Jerawat.

Papula atau Pustule bisa kempis atau meletus didalam kulit, mengakibatkan radang pada kulit disekitarnya dan mempengaruhi kelenjar-kelenjar disekitarnya. Luka ini disebut nodul atau kista.  

  • Nodul : muncul ketika dinding kelenjar dibagian dasar pecah menyebabkan benjolan besar yang mengalami peradangan, benjolan ini terasa sakit ketika disentuh.
  • Kista : adalah Jerawat dalam kulit yang berisi nanah.

Selain 2 tipe jerawat yang sudah dijelaskan diatas ( Papula & Pustule ), ada dua jenis jerawat yang masuk kategori parah. Kedua Jenis Jerawat itu tergolong langka, tapi bisa menyebabkan bekas luka atau bahkan cacat kulit.

  • Jerawat Conglobata : biasanya berawal dari komedo terbuka yang menyebar dan berkembang semakin parah menjadi nodul atau kista.  Beberapa nodul atau kista bisa saling pecah dan terhubung untuk menciptakan luka dan bisul bernanah. Jerawat ini lebih sering muncul pada laki-laki dari pada perempuan, pada rentang usia 15 - 30 tahun biasanya ditemukan di wajah, dada, punggung, pantat, lengan bagian atas dan paha. Bentuknya ditandai dengan benjolan meradang yang saling terhubung dalam besar dan bisul benanah yang tetap aktif selama bertahun-tahun. Jika tidak ditangani Jerawat Conglobata bisa menimbulkan kerusakan kulit permanen.
  • Jerawat Fulminans : sering juga disebut jerawat ulseratif akut. Jerawat ini bisa muncul akibat pengobatan jerawat Conglobata yang tidak berhasil. Orang yang terkena jerawat ini enggak hanya memiliki masalah kulit saja, tetapi juga mengalami masalah  rasa sakit dan radang sendi. Selain itu bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher, Penurunan berat badan ekstrem, dan kekakuan otot.  Jerawat Fulminans juga dianggap sebagai penyakit yang dipicu oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Jerawat jenis ini membutuhkan perawatan medis bahkan hingga rawat inap.

Semoga bermanfaat

KONTEN MENARIK LAINNYA
x