Mohon tunggu...
Try Raharjo
Try Raharjo Mohon Tunggu... Orang republik

Bukan pejabat dan bukan teknokrat. Berusaha lebih baik ūüáģūüá© www.youtube.com/c/indonesiabagus

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hikmah Idul Adha pada Masa Pandemi

1 Agustus 2020   17:16 Diperbarui: 1 Agustus 2020   17:06 148 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hikmah Idul Adha pada Masa Pandemi
Penulis (kiri) berfoto dengan pengurus masjid dan aparat setempat yang mengunjungi masjid dalam Operasi Cipta Kondisi. | Dokpri

Alhamdulillah pelaksanaan hari raya kurban atau Idul Adha pada tahun ini telah dapat terselenggara dengan lancar di Tanah Air.

Seperti telah diketahui, pelaksanaan kegiatan ibadah pada hari Idul Adha dimaksudkan untuk meneladani sifat ketakwaan dan pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihi Salam yaitu Ibrahim sebagai seorang ayah, Ismail sebagai anak, dan Sayyidah atau Siti Hajar sebagai ibu.

Walaupun perintah Allah SWT untuk mengurbankan putera kesayangannya itu sangat berat, tetapi karena ketakwaan mereka kepada Allah maka dengan hati ikhlas mereka menjalankannya.

Allah telah menguji keimanan dan ketakwaan mereka, dan kemudian Allah memberikan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi: Seekor sapi besar tiba-tiba tersedia di depan mereka.

Ketakwaan Nabi Ibrahim dan keluarganya membuahkan hikmah yang luar biasa kepada umat manusia. Menunjukkan bahwa Allah memberikan jalan keluar kepada manusia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Ibarat mengarungi samudera, selalu ada ombak dan angin menerpa. Umat manusia pun pada hakikatnya selalu menghadapi berbagai ujian dan cobaan sepanjang hidupnya. Untuk kali ini, konteks yang saya kemukakan adalah ujian dan cobaan berupa pandemi Corona.


Setelah mengikuti kegiatan ibadah Idul Adha kemarin, berikut ini saya mencatat ada beberapa butir hal yang menguji kita sebagai bangsa terkait dengan momen Idul Adha pada masa pandemi Corona yang masih menjadi suatu persoalan yang harus kita hadapi bersama.

1.  Apakah dalam menghadapi kesulitan berupa wabah ini, kita dapat menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT?

Ketika dihadapkan pada persoalan-persoalan hidup, manusia harus berusaha mencari jalan keluar. Nabi Ibrahim dan keluarganya menjaga keimanan dan ketakwaannya sehingga Allah memberi jalan keluar dari persoalan yang dihadapi. Inilah sikap yang harus diteladani dalam menghadapi persoalan.

Harga diri dan martabat sebuah bangsa akan jatuh bila masyarakat tidak mampu menjaga keimanan dan ketakwaannya kepada Sang Khaliq, kepada yang menciptakannya. Tidak menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa, lunturnya nilai-nilai moral serta kearifan, yang diikuti degradasi moral akan menurunkan martabat yang mengancam hancurnya peradaban sebuah bangsa, dan membuatnya gagal menyelesaikan persoalan-persoalan.

2. Apakah kita akan hidup dengan saling menyalahkan satu dengan yang lain dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan?

Bekerjasama dengan sesama manusia adalah salah satu hal yang bisa ditempuh manusia dalam menghadapi persoalan. Kebiasaan orang yang saling mencela, menghasut, menyebarkan berita palsu dan fitnah, menimbulkan pertengkaran, dan memicu perpecahan, atau bahkan konflik itu justru merusak upaya kerjasama menghadapi persoalan dan hanya menjadikan manusia tidak berbeda dengan binatang yang tak berakal budi.

3. Apakah manusia mampu hidup bersama dengan sesamanya?


Idul Adha mengajarkan manusia untuk ikhlas berbagi. Ikhlas berbagi dan merasa cukup dengan yang sudah didapatkan adalah ciri manusia yang ikhlas dan mampu bersyukur. 

Orang yang tidak mau bersyukur pada nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya itu selalu merasa tidak puas, dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri. Bagi orang semacam ini, dunia beserta seluruh isinya pun tidak akan mampu membuatnya merasa puas. Semakin rakus dirinya maka itu justru semakin membuatnya menderita, merasa kekurangan, dan tak akan ikhlas bila melihat orang lain berbahagia.

Catatan Hikmah Idul Adha

Pada kali ini saya mencatat beberapa hikmah yang saya dapat petik dari pelaksanaan ibadah kurban tahun ini sebagai berikut

1. Keikhlasan dan kepekaan terhadap sesama manusia, untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan, terlebih pada masa pandemi yang masih berjalan seperti sekarang ini adalah nilai-nilai moral yang harus terus diamalkan.

2. Sikap rakus dan tamak, tidak memiliki sikap kepedulian terhadap sesama manusia, enggan menolong dan enggan saling berbagi dengan sesama yang sedang membutuhkan bantuan akan membuat manusia gagal menjalankan tugas yang diberikan Allah kepada umat manusia untuk menjadi khalifah (pemimpin) bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Kegagalan melaksanakan tugas sebagai khalifah menjatuhkan martabat manusia menjadi tak ubahnya seperti binatang.

3. Tidak seperti makhluk hidup lainnya, umat manusia adalah makhluk hidup yang memiliki keistimewaan berupa akal budi. Manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah (pemimpin) bagi makhluk hidup di muka bumi. Dan dengan akal budi yang dimilikinya, manusia mampu menciptakan teknologi untuk memudahkan pekerjaannya. Tapi manusia juga dapat menghancurkan dirinya sendiri bila tidak mampu bekerjasama, tidak mau mengendalikan hawa nafsunya, dan justru saling menghancurkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x