Mohon tunggu...
Tri Budhi Sastrio
Tri Budhi Sastrio Mohon Tunggu... Administrasi - Scriptores ad Deum glorificamus

SENANTIASA CUMA-CUMA LAKSANA KARUNIA BAPA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Essi Nomor 290: Secangkir Kopi di Bukittinggi

29 April 2021   10:00 Diperbarui: 29 April 2021   10:03 189
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Essi 290 -- Secangkir Kopi di Bukittinggi 
Tri Budhi Sastrio
 
Kucicipi sendiri,
Dari cangkir keramik ini negeri.

Harumnya kopi,
Tanaman kebun sendiri di Bukittinggi.

Ingatan berlari,
Menjauh ke masa silam bahari.

Ketika nagari,
Masih erat tautkan tangan jari.

Saudara saudari,
Saling tersenyum tanda mereka mengerti.

Kerling berseri,
Lalu kami saling berdansa menari.

Pikiran murni,
Belum dicemari politik dan idiologi.

Yang dimengerti,
Semua bersaudara sesama warga nagari.

Tetapi kini,
Entah apa yang rasuki negeri.

Penguasa negeri,
Seenak perutnya terapkan aturan sendiri.

Lupa kali,
Kalau mereka tidak hidup menyendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun