Mohon tunggu...
Tri Budhi Sastrio
Tri Budhi Sastrio Mohon Tunggu... Scriptores ad Deum glorificamus

SENANTIASA CUMA-CUMA LAKSANA KARUNIA BAPA

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen Kontemporer: Ketika Sang Bajingan Harus Masuk Sorga

4 Maret 2021   10:23 Diperbarui: 4 Maret 2021   10:50 152 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen Kontemporer: Ketika Sang Bajingan Harus Masuk Sorga
https://www.1st-art-gallery.com/William-Adolphe-Bouguereau/A-Soul-Brought-To-Heaven-1878.html

Ketika Sang Bajingan Harus Masuk Sorga
Tri Budhi Sastrio

Dosa dan pahala adalah misteri langit,
Kebajikan dan kasih sayang adalah
Kewajiban semua orang!
Apa yang mustahil bagi manusia,
Tidaklah mustahil bagi Tuhan!
Karenanya, berbahagialah mereka
Yang takwa dan pasrah
Pada Sang Mahapencipta!

          Putu Antar memang bajingan. Bahkan dia sebenarnya lebih dari itu. Orang yang mampu secara terus menerus berbuat kejahatan selama 67 tahun 9 bulan dan 8 hari jelas tidak cukup jika hanya diberi predikat bajingan. Apalagi jika predikat ini hanya digolongkan pada predikat bajingan biasa. Putu Antar bukan bajingan biasa, dia bajingan yang benar-benar tidak biasa, bajingan yang benar-benar luar biasa.

          Orang yang satu ini bahkan boleh dikatakan sudah berbuat kejahatan sejak dia masih dalam kandungan. Bapaknya terpaksa berkali-kali berbohong dan menipu gara-gara istrinya mengandung si Putu Antar, karena statusnya yang pengangguran memang masih akrab dengan dirinya ketika itu. Daftar kejahatan ini masih dapat diperpanjang lagi jika semua tindakan buruk yang dilakukan sang bapak dapat dikaitkan dengan kehadiran sang bayi yang kemudian beruntung mendapatkan nama keren seperti Putu Antar.

          Mungkin memang berlebihan jika kejahatan yang dilakukan oleh seorang bapak tanggung jawabnya diletakkan di atas pundak seorang bayi, meskipun kejahatan itu dilakukan karena kehadiran sang bayi, umpamanya! Hanya saja karena rekor kejahatan sang bayi yang begitu luar biasa, akhirnya menimpakan semua kesalahan ke atas pundak sang anak menjadi sesuatu yang sah-sah saja. 

          Ketika si Putu Antar lahir, langit mendung, matahari tak mau bersinar, sedangkan angin juga enggan bertiup. Pokoknya, semua muram dan bersedih karena akan lahir lagi seorang bajingan di dunia ini. Ketika bayi yang tampan ini melewati masa-masa balita, kejahatan yang dilakukannya masih terbatas pada kejahatan tidak langsung. Artinya, orang-orang yang amat dekat dengan dirinya, terpaksa melakukan banyak kejahatan karena kehadiran dirinya, tetapi ketika masa balita berlalu, mulailah kejahatan tersebut benar-benar dilakukan oleh dirinya sendiri, dan orang lain harus merasakan akibat kejahatan tersebut.

          Selanjutnya, seiring dengan meningkatnya kuantitas maupun kualitas kejahatannya, gelar untuk Putu Antar harus ditambah. Kata bajingan tidak lagi cukup untuk menggambarkan kemampuannya dalam berbuat kejahatan. Mulai dari pembohong, penipu, maling, pengkhianat, si laknat, si busuk, si tengik, sampai dengan perampok pantas dilekatkan pada jidat pemuda tampan yang satu ini. Satu-satunya gelar yang tidak dia miliki adalah pezinah atau pemerkosa. Artinya, khusus tindakan kejahatan ini, dia benar-benar merupakan seorang dewa yang bersih suci. Banyak wanita dibohongi, ditipu, bahkan dirampok, tetapi melakukan pelecehan seksual apalagi memperkosa, dia sama sekali tidak mau melakukan.

          "Wanita sudah setara dengan pria, jadi dia harus mampu mandiri dalam mempertahankan milik dan hartanya," begitu dia seringkali berkata pada teman-temannya sesama bajingan. "Tetapi menipu dan mengkhianati cintanya, apalagi melecehkan secara seksual, Putu Antar pantang melakukan. Hanya jika dia sendiri kemudian menyerah untuk bercinta dengan diriku, aku juga pantang menolak."

          Sebuah pendapat yang cukup aneh jika menyimak rekor kejahatannya. Hampir tidak ada bentuk kejahatan yang tidak dirambah atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa  semua kejahatan pernah dilakukan. Semua bentuk kejahatan sangat akrab dengan dirinya dan itu semua dilakukan hampir sepanjang hidup. Sehingga cukup mengherankan juga jika kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan justru pantang dilakukan. Memang aneh tetapi itulah kenyataannya.

          Sekarang, Putu Antar sedang menunggu dengan wajah tegang di depan Hakim Khusus yang sedang mengadili arwahnya. Catatan yang harus dibaca oleh sang hakim tampak cukup tebal bahkan sangat tebal.

          "Memang ada beberapa orang yang catatan kejahatannya lebih tebal dari catatan dirimu," begitu sang Hakim Khusus membuka pengadilan pagi itu. "Tetapi yang beberapa orang ini hidup jauh berabad-abad sebelumnya. Sedangkan di abad yang sekarang, baru catatan kejahatan dirimu yang setebal ini."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x