Tri Budhi Sastrio
Tri Budhi Sastrio profesional

SENANTIASA CUMA-CUMA LAKSANA KARUNIA BAPA

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Kasidi nomor 466 - "Right, You are Right, Kim Right-Un"

12 Juni 2018   20:35 Diperbarui: 13 Juni 2018   10:42 253 0 0
Kasidi nomor 466 - "Right, You are Right, Kim Right-Un"
Sumber: https://www.vox.com

Tatkala orang yang satu ini menggantikan ayahnya, sebuah essi berjudul Wrong, You are Wrong, Kim Wrong-Un (Essi nomor 134 -- 14042012), ditulis dari kota Poznan, Polandia. Pertimbangannya sederhana saja. Pada waktu itu anak muda yang modis ini ternyata tidak hanya ugal-ugalan tetapi juga jago mengancam. Setelah roket andalan yang diuji-cobakan ternyata berakhir di dasar samudera pada saat itu, semua media berlomba mencari judul yang lain dari yang lain. Essi pun yang ditulis oleh Kasidi yang pada waktu itu sudah ada di Eropa untuk memberi kuliah, ikut hadir guna memberi komentar. Judul essinya ya seperti yang disebut di atas Wrong, You are Wrong, Kim Wrong-Un

Sekarang, setelah enam tahun berlalu, sebuah essi baru harus ditulis dan judulnya bukan lagi Wrong, You are Wrong, Kim Wrong-Umelainkan Right, You are Right, Kim Right-Un. Mengapa?

Karena anak muda dengan rambut modis dan istri menawan ini ternyata benar-benar tidak hanya menyejajarkan dirinya dengan Presiden Amerika, Donald 'Duck' Trump, melainkan juga berhasil memikat hati sang koboi. Segala pujian dikeluarkan oleh presiden Trump setelah hasil tertinggi yang bisa dihasilkan oleh dua kepala negara yang bertemu empat mata yaitu 'Join Declaration' selesai ditanda-tangani. Bukan main, karena ternyata dua kepala negara ini cocok satu sama lain.

Peristiwa ini menjadi lebih dahsyat pengaruhnya karena sehari sebelumnya presiden Donald 'Duck' Trump baru saja menghajar koleganya yang dari Kanada sana dengan sebutan lemah, mencla-mencle, menusuk dari belakang minus pengkhianat. Fakta ini tentu saja menjadi makanan empuk bagi yang tidak suka pada sang presiden koboi.

Burung di tangan dilepaskan, eh beruk di hutan dikejar-kejar, apakah tidak seperti itu? Ini bukan hanya ngawur tetapi juga kurang ajar, bukan? Hanya saja bagi si koboi tua, hal semacam ini tergolong biasa karena sebelumnya dia sudah banyak menciptakan lawan, jadi kalau cuma ditambah dengan yang ini, tampaknya tidak akan berpengaruh apa.

Apalagi, keberhasilannya membuat si diktator muda mau datang dan berunding merupakan prestasi yang belum pernah berhasil dilakukan oleh tiga atau empat presiden sebelum dia. Menurut presiden Trump ini prestasi besar, karena si anak muda yang hebat ini berhasil dipengaruhi olehnya, meskipun pihak yang tidak setuju justru mengatakan justru dialah yang dipengaruhi oleh si anak muda. Bayangkan saja, kata mereka yang tidak suka, masalah betapa kejam dan brutalnya di anak muda terhadap rakyatnya sendiri sepertinya terhapus begitu saja setelah pertemuan bersejarah ini. Pelanggaran HAM untuk sementara dikesampingkan, itu kesannya, dan ini tentu tidak benar, masih kata mereka. Ya, begitulah ...

Apa yang akan terjadi nanti memang masih misteri ilahi, tetapi jika pada akhirnya Korea Utara akan lebih sibuk membangun negeri dan memakmurkan rakyatnya daripada mengancam negeri tetangga, maka presiden Trump tentu patut diacungi jempol. Dia sukses. Dia berhasil membuat catatan sejarah dengan tinta emas. Hal ini sekaligus bermakna bahwa harapan yang dilekatkan pada bagian akhir Kasidi nomor 465 'Negarawan Beda Tiga Generasi' menjadi kenyataan. Ayo, Right, You are Right, Kim Right-Un. Anda sudah di jalan yang benar. Makmurkan seluruh rakyat dan jangan lagi mengembangkan senjata pemusnah massal. Jangan kecewakan kami semua. Kasidi no. 466 - 087853451949 -- SDA12062018