Mohon tunggu...
Trian Ferianto
Trian Ferianto Mohon Tunggu... Blogger

Menulis untuk Bahagia. Penikmat buku, kopi, dan kehidupan. Senang hidup nomaden: saat ini sudah tinggal di 7 kota, merapah di 5 negara. Running my blog at pinterim.com | Executive Editor di BirokratMenulis.org

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

The Mother of Filosofi Aksara

21 April 2021   20:54 Diperbarui: 21 April 2021   21:25 352 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
The Mother of Filosofi Aksara
Ibu Filosofi Aksara menjadi teman menikmati pantai ciptaan Tuhan. | Dok. pribadi

Hidup dengannya, aku belajar banyak
Belajar menjadi manusia bertanggungjawab
Belajar menjadi pemimpin yang bijaksana
Belajar menjadi teladan yang konsisten

Hidup dengannya, aku beruntung
Mendapatkan dua putri yang menemani
Mendapatkan satu putra yang menunggu di surga
Mendapatkan penerus generasi yang siap menghiasi

Hidup dengannya, aku berjanji
Menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri
Menjadi lelaki yang tak berpindah ke lain hati
Menjadi suami yang tak perlu menyakiti


Denganmu Ramadanku jadi ringan
Santap sahur tersedia tak pernah lupa
Hidangan berbuka juga nikmat di meja
Ditemani filosofi aksara yang mulai belajar berpuasa


Terima kasih atas semuanya
Mohon maaf aku masih belum sempurna

Ibu Filosofi Aksara sabar mendidik dengan sekuat tenaga agar mereka gembira dengan dirinya dan sekitarnya | Dok. pribadi
Ibu Filosofi Aksara sabar mendidik dengan sekuat tenaga agar mereka gembira dengan dirinya dan sekitarnya | Dok. pribadi

Sering sampai terkantuk-kantuk karena semalam begadang menyiapkan sahur untuk keluarga | Dok. pribadi
Sering sampai terkantuk-kantuk karena semalam begadang menyiapkan sahur untuk keluarga | Dok. pribadi

Senyumnya selalu merekah, tabah dihempas berbagai badai kehidupan yang pernah sampai membuatnya berpamitan untuk selama-lamanya. | Dok. pri
Senyumnya selalu merekah, tabah dihempas berbagai badai kehidupan yang pernah sampai membuatnya berpamitan untuk selama-lamanya. | Dok. pri
***

Pandemi membuat kami 'terisolasi' di dalam rumah. Anak yang masih kecil dan kondisi merantau hanya berempat tanpa sanak famili membuat kami harus ekstra waspada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x