Mohon tunggu...
Trian Ferianto
Trian Ferianto Mohon Tunggu... Blogger

Menulis untuk Bahagia. Penikmat buku, kopi, dan kehidupan. Senang hidup nomaden: saat ini sudah tinggal di 7 kota, merapah di 5 negara. Running my blog at pinterim.com | Executive Editor di BirokratMenulis.org

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Manfaat Kompasiana untuk Mahasiswa

18 Desember 2020   23:38 Diperbarui: 19 Desember 2020   07:00 184 14 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Manfaat Kompasiana untuk Mahasiswa
Mahasiswa dalam proses perkuliahan. Dokpri.

Saat saya mahasiswa dulu, sialnya belum menjadi penulis di Kompasiana. Saya cuma mendengar namanya saja, dan saat itu terus terang saya underestimate sebab sudah punya blog pribadi yang saya kelola sendiri. Ternyata, saat saya bergabung dan mulai menulis, anggapan saya jadi berubah.

Tulisan ini merupakan refleksi saya sebagai orang yang pernah menjalani proses kuliah dan benefit apa yang bisa diambil mahasiswa dari Kompasiana.

Maka, refleksi ini perlu untuk dibaca dan dipertimbangkan oleh para mahasiswa aktif.

Berikut ini manfaat platform Kompasiana yang dapat digunakan oleh mahasiswa:

1. Mendokumentasikan proses pembelajaran

Kita pasti mencatat materi kuliah yang diberikan dosen, atau jikapun tidak, pasti kita menyimak dan membaca bahan ajar dan buku yang diberikan. Ini adalah upaya mahasiswa untuk belajar. Belajar adalah proses input pengetahuan ke dalam benak dan mengkategorisasikannya ke dalam pengetahuan yang telah kita miliki. Dari proses belajar yang serius inilah kita mendapatkan insight atau pemahaman baru atas sesuatu hal.

Untuk mendokumentasikannya, mahasiswa dapat menggunakan Kompasiana dalam rangka menguji pemahamannya atas suatu materi. Silakan tuliskan satu artikel dengan minimal satu gagasan dari materi kuliah yang telah dipelajari. Ini akan melatih kita untuk mensintesiskan pengetahuan yang baru kita dapatkan menjadi suatu gagasan utuh.

2. Berlatih mengungkapkan gagasan dalam tulisan

Banyak kasus mahasiswa lancar dalam mengikuti proses perkuliahan, namun berlarut-larut dalam proses penyusunan tugas akhir/skipsi. Refleksi saya, hal ini terjadi karena selama masa perkuliahan, mahasiswa tidak pernah berlatih menuliskan gagasan akademik di kepalanya. Dalam keseharian, mahasiswa hanya dipaksa menuliskan tugas sesuai yang diperintahkan yang di masa sekarang relatif mudah menemukan jawabannya.

Mahasiswa kurang terbiasa untuk memilih satu gagasan unik dan kemudian menuliskan dengan baik agar mudah diterima oleh pembaca.

3. Mendapatkan 'penilaian' editor

Yang membedakan mahasiswa menulis di tempat pribadinya dengan menuliskan di Kompasiana adalah mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk 'dinilai' oleh editor. Kompasiana sudah berbaik hati menyediakan editor yang akan melirik tulisan kita dan menilainya. Jika memang dianggap baik, tulisan kita akan mendapatkan label 'pilihan', artinya kualitas tulisan dan gagasan yang kita sampaikan adalah sesuatu yang layak dibaca.

Jika beruntung, label 'artikel utama' akan mahasiswa dapatkan yang artinya tulisan kita dianggap penting untuk dipampang di halaman muka dan mendapatkan exposure khusus. Jelas ini akan menambah semangat mahasiswa untuk terus menuliskan apa yang dia pelajari.

4. Menjadi amal jariyah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN