Tria Cahya Puspita
Tria Cahya Puspita lainnya

Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Lihat, dengar dan rasakan...menulis dengan hati.\r\nBlog : http://tidakwajar.blogspot.com/ \r\n

Selanjutnya

Tutup

Jakarta

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta: Terkesan Dipaksakan Beroperasi

11 Agustus 2016   22:58 Diperbarui: 11 Agustus 2016   23:52 884 0 0
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta: Terkesan Dipaksakan Beroperasi
tampak-depan-edit-57aca8a0507a61bb1c13e5dd.jpg

Kurangnya informasi mengenai kepindahan terminal untuk penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Terminal 3 (T3) Ultimate Cengkareng, membuat banyak penumpang kebingungan. Beruntunglah saya dapat berbincang-bincang dengan pengemudi kendaraan yang mengantarkan penumpang dari pesawat ke Terminal Kedatangan ketika tiba di Jakarta tanggal 7 Agustus 2016. Dari pengemudi tersebut saya mendapat keterangan tentang perpindahan Terminal Domestik untuk penerbangan Garuda Indonesia dari Terminal 2F ke T3 Ultimate pada tanggal 9 Agustus 2016. Serta informasi bahwa pihak maskapai maupun bandara telah menyiapkan armada pengantaran antar terminal bagi penumpang yang salah terminal.

Hari kedua pengoperasian perpindahan maskapai Garuda Indonesia ke T3 Ultimate, saya mendapat kesempatan mencoba terminal baru ini. Karena informasi sebelumnya, saya mengantisipasi ketidaktahuan saya akan tata letak terminal maupun tata letak dalam bangunan terminal yang tergolong baru dengan datang lebih awal beberapa jam sebelumnya.

Begitu turun dari taksi yang membawa saya ke bandara, kesan megah dan modern langsung tampak menyapa pengunjungnya. Saya sangat antusias ingin segera berkeliling melihat seperti apa dalamnya.

Memasuki bangunan setelah melewati pemeriksaan X-Ray, yang tampak adalah belum selesainya pembangunan dari terminal ini. Terlihat di lantai bawah masih ada bagian yang kurang mix dengan pemandangan dari luar gedung. Sebagian area di bawah belum terpasang keramik, beberapa bahan bangunan teronggok, dan besi melintang di dalam area yang belum terselesaikan pengerjaannya. Dari jauh deretan counter berjajar seolah berbaris menyambut pengunjung.

counter-cek-in-dari-jauh-edit-57aca82e0523bdf81ccd81d6.jpg
counter-cek-in-dari-jauh-edit-57aca82e0523bdf81ccd81d6.jpg

Masing-masing baris terdapat sekitar 14 counter cek in berderet dan saling berhadapan atau membelakangi deretan counter lainnya. Ada 3 bagian yaitu bagian D, E, dan F. Di bagian D dikhususkan untuk cek in penumpang yang sudah cek in melalui web/aplikasi dan baggage drop. Bagian E untuk penumpang kelas ekonomi yang cek in langsung di bandara. Dan bagian F dikhususkan untuk penumpang yang memiliki keanggotaan Frequent Flyer, Sky Priority dan penumpang kelas Bisnis. Di setiap bagian depannya terdapat pelayanan informasi dari maskapai. Penumpang dapat cek in di counter mana saja tanpa melihat tujuan penerbangan. Pihak maskapai yang akan mengatur lalu lintas bagasi tujuan penumpang dan memberi kenyamanan tanpa harus mengantri panjang hanya di satu counter cek in.

Sayangnya, di seputaran ruang keberangkatan kursi yang tersedia minim, sehingga banyak pengunjung yang diam berdiri kebingungan. Siasat lain yang dapat dilakukan ketika ingin duduk yaitu dengan membeli sesuatu di counter makanan. Akan tetapi ternyata counter makanan yang ada di ruang keberangkatan, berupa counter penjualan saja tanpa ada meja dan kursi untuk duduk bersantai. Hanya ada sedikit deretan meja dan kursi di ujung sebelah counter bubur Laota. Selebihnya tidak ada. Counter makanan yang tersedia diantaranya bubur Laota, Excelso, Krispy Creme, Coldstone, dan Starbucks.

makanan-edit-57acad210523bd571dcd81d8.jpg
makanan-edit-57acad210523bd571dcd81d8.jpg


Kesannya terminal ini mirip dengan bandara Changi Singapura untuk ruang keberangkatannya yang terkesan praktis dan minimalis. Sama halnya dengan bandara Ngurah Rai Bali. Counter ruang cek in benar-benar dikhususkan hanya untuk cek in. Tidak ada penjualan barang souvenir ataupun makanan. Pengunjung seperti diarahkan untuk segera memasuki ruang tunggu.

Tidak seperti terminal 1 dan 2 bandara Cengkareng yang membuat orang berlama-lama di bagian sebelum pemeriksaan X-Ray kedua. Sebab ruang tunggu benar-benar diperuntukkan hanya untuk duduk dan menunggu waktu boarding saja. Tidak ada counter-counter makanan ataupun toko-toko yang menjual berbagai produk.

Di T3 Ultimate ini justru counter makanan, toko souvenir, buku ataupun penjual barang-barang lainnya serta Lounge berada di dalam ruang tunggu setelah pemeriksaan X-Ray kedua. Benar-benar mirip dengan terminal Domestik bandara Ngurah Rai, namun lebih besar. Saya pun tidak berlama-lama terdiam dan segera saja melewati pemeriksaan X-Ray yang menuju ke ruang tunggu.

ruang-tunggu-edit-57acaa3a1fafbdee1bf43c7d.jpg
ruang-tunggu-edit-57acaa3a1fafbdee1bf43c7d.jpg

Dari pengamatan saya banyak pengunjung yang terlihat masih bingung. Untuk itu dari pihak maskapai telah mengantisipasinya dengan menyiapkan petugas persis di ujung bawah eskalator ruang tunggu Gate. Hal ini sangat membantu, karena masih kurangnya pengetahuan pengunjung terminal ini dengan tata letak masing-masing Gate. Selain itu, ada pula penerbangan yang belum diketahui posisi gate nya seperti yang saya alami kemarin ketika cek in. Gate untuk pesawat yang menuju ke Malang belum tertera. Mungkin karena waktu keberangkatan yang masih lebih dari 2 jam.

petugas-sigap-edit-57acaa752bb0bd4f4831a998.jpg
petugas-sigap-edit-57acaa752bb0bd4f4831a998.jpg

Petugas bandara terlihat sangat sigap dalam memberikan pengumuman. Berteriak ke sana kemari memanggil penumpang yang sudah waktunya boarding. Pengumuman dari speaker tidak terlalu kedengaran karena luas dan tingginya ruangan. Suara seolah teredam oleh riuhnya percakapan para calon penumpang. Pikir saya mengapa petugas-petugas tersebut tidak diberikan semacam toa atau alat pengeras suara yang bisa dibawa kemana-mana daripada mereka berteriak. Kasihan melihatnya. Terlihat capai dan harus berteriak ke sana kemari. Padahal belum juga tengah hari.

Sudah ada lounge dari BRI dan BNI bagi yang ingin bersantai mendapatkan fasilitas premium keanggotaan bank. Beberapa counter masih ada yang belum siap dan masih tertutup. Untuk fasilitas toilet sudah cukup baik. Namun ada bilik yang sudah tidak bisa dikunci dari dalam. Kok bisa ya? Bukannya bangunan baru? Hmmm...

Banyak tempat duduk di ruang tunggu. Bahkan, masing-masing gate memiliki warna kursi yang berbeda. Ada yang biru, merah, hijau dan kuning. Kursi nya pun bermacam-macam bentuk. Ada meja besar dengan beberapa kursi, ada kursi tunggu seperti halnya bandara lain yang kursinya bersambung ga mau lepas, ada pula kursi jenis sofa dimana 1 meja untuk 2 kursi yang berhadapan seperti di kafe. Seru melihat keanekaragaman kursi-kursi yang ada di ruang tunggu. Fasilitas lain yang ada yaitu colokan listrik untuk charge peralatan elektronik seperti mobile phone.

charger-edit2-57acacbdd37e615d3973e397.jpg
charger-edit2-57acacbdd37e615d3973e397.jpg

Meskipun fasilitas dan bangunan sudah sangat memadai, namun alangkah baiknya bila pembangunan T3 Ultimate dapat diselesaikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Sehingga terminal benar-benar siap dan dapat memberikan kenyamanan baik bagi penumpang maupun petugas bandara dan maskapai. Kondisi bangunan yang belum siap seutuhnya tentu akan menimbulkan berbagai masalah, entah listrik, jaringan, sistem, dan sebagainya yang tentunya justru akan menghambat kelancaran penerbangan. Apalagi penerbangan di Jakarta yang dapat berimbas bagi kelancaran penerbangan lainnya.