Mohon tunggu...
Vidion Widyantara
Vidion Widyantara Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mentor Bisnis

a Son, Husband, Dad, Entrepreneur and Leader I Help People to transform their Lives, Improve People's Health, Youth and Financially

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Suksesnya Penjual Lontong Tahu Gimbal di Semarang

2 Maret 2017   07:26 Diperbarui: 3 Maret 2017   20:01 2600
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Ayo aku ajakin makan lontong tahu gimbal paling uenak se dunia..", begitu ajakan seorang teman yang masuk ke pesan wasap saya. 

Karena memang mau ngobrol untuk berdiskusi soal bisnis, sayapun segera meluncur ke lokasi yang ditunjukkannya.

Sesampainya disana, saya sempat sedikit nyeletuk ke teman yang sudah duluan nyampe lokasi,..  "Lho aku tu aslinya Kudus,.. kok malah diajak makan makanan khas Kudus?... hahaha"

Tapi karena emang tujuannya memang mau diskusi soal bisnis, ya kami pun mulai ngobrol ngalor ngidul...

"Wah cuma lontong tahu gimbal aja kok lama ya keluarnya?", begitu obrolan seorang bapak di depan kami. Memang karena ruangannya yang ga terlalu besar, hanya ada 6 meja kayu panjang disana, jadi kami pun harus berbagi meja dengan para pengunjung lainnya. Ada TV di salah satu temboknya yang saat itu menayangkan liputan kunjungan Raja Salman. 

"Maaf ya pak,.. tadi abis ada rombongan bus pariwisata, jadi ada pesanan 50 porsi mendadak", begitu sahut si pramusaji pria sambil membawakan sepiring lontong tahu gimbal yang porsinya lumayan besar. Piring terlihat menggunung, dengan isi lontong, tahu telor, gimbal udang, tauge, kol, dengan bumbu kacangnya serta krupuk. 

Karena posisinya duduk semeja, saya pun ngobrol dengan dua orang ibu di depan saya persis, yang ternyata sudah langganan di warung itu cukup lama. Setelah ngobrol agak lama, akhirnya saya tau bahwa mereka berdua adalah bu Lurah dan bu Camat lho.. 

Wow, hebat bener ya warung ini pikir saya. Sampai-sampai bu Camat aja mau makan disini. Segera saja saya ajak mereka selfi.. hahahaa... 

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Sudah jadi kebiasaan saya untuk mengajak ngobrol bapak si penjual, kebetulan teman saya pesan 1 porsi lagi untuk dibawa pulang. "Pak, asli Kudus?.. aku juga orang Kudus lho..", begitu saya membuka percakapan untuk ngobrol dengan pak Supri.. 

Dari pembicaraan yang hanya sebentar itu, saya tahu bahwa beliau sudah berjualan sejak tahun 2003, dan beliau memulainya hanya dari warung kaki lima di emper toko, di jalan raya. Lambat laun beliau berani kontrak di lokasi yang lebih besar. Walaupun lokasinya di gang, dan tidak terlihat dari jalan raya, namun karena sudah punya pelanggan, toh nyatanya warung yang buka dari jam 12 siang sampai 9 malam ini selalu ramai dikunjungi mobil-mobil.

Kalau ditanya soal harga, menurut saya sih cukup murah, karena sepiring penuh yang bikin kenyang itu, Anda cuma mengeluarkan kocek 15 ribu rupiah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun