Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Full Time Blogger

Full Time Blogger

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pekerja Rentan Terkena Covid-19

26 September 2021   12:17 Diperbarui: 26 September 2021   12:31 85 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Saat Pandemi Covid-19, pekerja pun terkena resiko penularannya(sumber poto Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Mereka merupakan tulang punggung keluarga, mereka pula yang bertahan mencari nafkah, di kejar deadline atau juga produksi tetap lancar. Kaum pekerja ada di pabrik pabrik, bahkan fragmen itu di lukiskan dalam lirik lagu besutan Franky Sahilatua dan musisi legendaris Iwan Fals dalam sebuah lagu berjudul Orang Pinggiran.

Apa kabar kaum pekerja setelah hampir dua tahun melewati waktu bersama pandemi Covid-19. Dunia usaha terpukul, di sisi lain kasus pemutusan hubungan kerja yang dialami pekerja naik secara signifikan. Tahun lalu Job Street Indonesia menyebutkan bahwa karyawan yang di PHK erada di angka 35 % dan 19% di rumahkan.

Siap siap kehilangan pekerjaan dan juga dampak lainnya yaitu karyawan pun mengalami resiko terpapar Covid-19. Dalam materi webinar yang di selenggarakan ILO, Dr Anita Johan, MMK menyebutkan bahwa ada 2,8 juta kasus konfirmasi kelompok usia angkatan kerja, ini berarti 72,8 %. Sebuah angka yang tinggi, hal ini selayaknya pekerja pun tetap waspada dengan namanya Covid-19.

Tahun lalu di kabupaten Bekasi, sebuah pabrik elektronik pernah disebut sebagai klaster Covid. September 2020 di kabupaten Bekasi 423 karyawan terkena Covid-19 dari 5 pabrik. Kemudian 22 perusahaan melaporkan kasus Covid-19 yang dialami pekerjanya. Angka angka tersebut bukanlah fiksi namun benar benar terjadi terhadap pekerja.

Pemaparan materi oleh dokter kelahiran 17 Agustus 1973 semakin gamblang ketika beliau memparkan tentang potensi bahaya di tempat kerja, pernah nggak sih merasa terganggu dengan suara bising, atau silaunya cahaya, keadaan suhu yang dingin atau panas, adanya getaran dan juga radiasi. Gangguan itu termasuk potensi bahaya fisika.

Selalu ada potensi bahaya yang bisa kena terhadap pekerja yaitu daribaan cair, debu, gas, uap, asap atau kabut, potensi bahaya kimia disebutnya. Nah kalau Covid-19 bisa masuk klasifikasi potensi bahaya biologi yang berasal dari bakteri, virus, jamur parasit, serangga atau binatang lain. Selain yang disebutkan diatas, pekerja kemiunginan mendapatkan potensi bahaya kerja ergonomi dan psikososial pun dapat terjadi.

Bu dokter yang murah senyum ini menyebutkan bahwa potensi bahaya kerja ergonomi terjadi misalnya saat mengangkat barang, posisi janggal atau gerakan berkali kali, sedangkan gangguan psikososial bisa berupa kompetensi, relasi, target atau pun posisi jabatan. Dokter lulusan SI di universitas Tarumanegara menyebutkan bahwa penting untuk menjaga kesehatan pekerja dan juga tetap untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Dalam bulan September ini, pandemi mulai melandai, namun seyogyanya kaum pekerja tetap mewaspadai penyebaran Covid-19, masalah terbesar bagi pekerja adalah mereka terinfeksi atau tidak. Situasi ini sebenarnya pilihan dilematis, jika terpapar tentu pekerja pun terkena imbasnya, belum lagi saat si karyawan berinteraksi di lingkungan kerjanya, sehingga jika ia terkena tentu imbasnya terhadap rekan kerja itu sendiri.

Wahai pekerja mulai bersiap untuk bekerja dengan kondisi bugar, lelahnya ketika lembur harus di imbangi asupan makanan seimbang dan juga pola istirahat yang benar, tubuh bugar dan raga yang sehat merupakan modal awal untuk hidup bahagia, yuk kita tetap berupaya agar resiko terkena Covid-19 bagi pekerja dapat di hindari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan